Berdarah Dingin! Pura-pura Sedih di Depan Jasad Namborunya, Ternyata Dia Pembunuhnya

Jenazah Rosmainar Simanjuntak (52) saat ditemukan warga.
foto : New Tapanuli/JPG

Jenazah Rosmainar Simanjuntak (52) saat ditemukan warga. foto : New Tapanuli/JPG

Waktu pertama kali ditangkap, pelaku sempat bertanya kepada petugas kenapa dirinya ditangkap.

“Dia tinggal di rumah kawannya. Waktu ditangkap, sempat menolak dan bertanya apa salahnya,” ujar warga ini.

Beberapa saat setelah dilakukan pendekatan dan menunjukkan bukti-bukti SMS yang dia kirim kepada istrinya, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Dalam perjalanan dari Taput menuju Tapteng, pelaku sempat mengatakan kepada warga bahwa dia terbayang kepada 4 anaknya yang masih kecil-kecil. Dikatakan, selama menjalani proses hukum yang diprediksi panjang, dia tidak tahu bagaimana anak-anaknya nanti, karena hanya dia yang menjadi tulang punggung keluarga, sementara istrinya tidak memilki pekerjaan.

Dijelaskan, sebelumnya pelaku pernah menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Karena sesuatu hal, dia kembali ke kampung halamannya di Sitahuis dan dia bekerja sebagai penyadap nira atau biasa disebut paragat tuak.

Belakangan, karena banyaknya proyek pemerintah yang sedang berjalan, dia ikut warga sekitar menjadi penambang batu untuk kebutuhan proyek tersebut.

“Dari Malaysia dia. Sebenarnya, mau balik lagi dia kesana. Tapi, mungkin karena nggak ada uang, makanya nggak jadi pergi merantau lagi. Di sini, kadang dia maragat tuak, kadang mengambil batu,” ungkap warga ini.

Diberitakan sebelumnya, pelaku pembunuhan Rosmainar Simanjuntak (52) yang merupakan Bendahara GKPI Dolok Nauli pada Kamis (31/8) lalu, akhirnya diringkus polisi di Tarutung, Tapanuli Utara (Taput).

Hal ini disampaikan Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Kapolsek Pandan AKP Parahon. Dikatakan, pelaku berinisial SPS (25) adalah warga Desa Rampa, Kecamatan Sitahuis, ditangkap di Taput.

“Sudah kita amankan, tadi pagi jam 24 lewat kita tangkap dari Tarutung, Tapanuli Utara dan pengakuannya juga sudah jelas dan barang bukti juga sudah kita sita. Saat ini kita masih tahap penyelidikan lagi,” ujar AKP Parohon, Senin (4/9).

Rosminar ditemukan tak bernyawa dengan posisi seperti orang jongkok dan bersujud menghadap pohon karet hingga wajah menyentuh tanah. Di bagian kepala belakang korban mengalami luka robek dan mengeluarkan darah.

Korban yang merupakan warga Desa Suka Dame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) ini ditemukan di kebun karet dimana ia setiap harinya menyadap getah yang berjarak sekitar 500 meter dari kediamannya. (ts/ara/nt/ms/jpg/nin)



loading...

Feeds