Pendaftaran Lomba Peneliti Belia Sumut 2017 Dibuka

Ketua LPBSU 2017 Nining Kartika (kanan) dalam temu pers, Kamis (7/9/2017).
foto :IST

Ketua LPBSU 2017 Nining Kartika (kanan) dalam temu pers, Kamis (7/9/2017). foto :IST

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Lomba Peneliti Belia Sumatera Utara (LPBSU) kembali digelar tahun ini. Pendaftaran kompetisi yang diadakan oleh Heartindo setiap tahunnya ini telah dibuka secara resmi.

Ketua Panitia LPBSU 2017, Nining Kartika mengatakan, lomba ini ditujukan bagi siswa-siswi di Sumut tingkat SMP dan SMA sederajat. Bagi pelajar yang ingin mengikuti ajang ini dapat mendaftar secara online (www.heartindo.com) atau ke alamat panitia di Kompleks Taman Setia Budi Indah (Tasbi) Blok W No 123, Medan Selayang.

“Persyaratan untuk menjadi peserta di antaranya usia 13-18 tahun, penelitian dapat dilakukan perorangan atau berkelompok (maksimal 3 orang), mengisi formulir paling lambat 30 September, mempersiapkan poster ilmiah (ukuran 120 cm x 90 cm). Untuk lebih jelasnya dapat mengunjungi fanpage atau akun facebook LPBSU,” ungkap Kartika dalam temu persnya, Kamis (7/9/2017).

Disebutkan dia, para peserta yang telah mendaftar nantinya akan diseleksi dan diambil menjadi 10 tim/bidang lomba yang digelar di Istana Koki, Medan, pada 7 Oktober mendatang. Selanjutnya, diseleksi lagi menjadi 3 tim dan kemudian dipilih pemenang yang akan diikutkan pada tingkat nasional.

“Apabila peserta menang dalam seleksi nasional, maka berhak mengikuti seleksi tingkat asia pasifik (APCYS) atau internasional (ICYS) pada 2018. Untuk asia pasifik diselenggarakan di Thailand, sedangkan internasional di Serbia,” sebut Kartika.

Dia menuturkan, kompetisi LPBSU pada tahun ini sudah memasuki tahun ke-5 yang diselenggarakan pihaknya. Namun, lanjutnya, selama itu pula hanya beberapa daerah saja yang langganan menjadi peserta. Antara lain, Medan, Tebingtinggi, Toba Samosir, Deliserdang, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan sejumlah daerah kabupaten/kota lainnya.

“Kami berharap pada tahun ini kabupaten/kota di Sumut yang belum pernah mengirimkan utusannya dapat ikut serta. Sehingga, tidak melulu daerah itu-itu saja,” kata Kartika.

Sementara, Project Manager Dede Hariani menambahkan, visi dari lomba ini agar para siswa terbiasa belajar dengan cara melakukan penelitian, sehingga dengan demikian ilmu akan lebih mudah diserap oleh siswa.

“Kita ingin membantu untuk mensinkronkan antara lembaga riset dan perguruan tinggi agar bersama-sama mendukung program penelitian. Dengan begitu, kedepannya banyak dari pelajar Indonesia yang dapat menghasilkan sebuah jurnal ilmiah,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds