Katanya Cuma Prabowo yang Bisa Kalahkan Jokowi

Jokowi menerima keris pemberian Prabowo

Jokowi menerima keris pemberian Prabowo

 

POJOKSUMUT.com, JAKARTA – Ketua DPP Partai Gerindra Moh. Nizar Zahro menepis anggapan yang menyebut Prabowo Subianto sebagai kandidat Calon Presiden 2019 sudah kedaluwarsa.

Justru, dia menilai hanya Prabowo yang akan mampu menumbangkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai petahana di Pemilu nanti.

Ini dikatakan Nizar, menanggapi penilaian Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran, Muradi yang menyebut Prabowo sudah tidak sesuai zaman dan kedaluwarsa jika tetap ingin bertarung di Pilpres 2019.

Alasan dia, orang sudah jenuh, dan 80 jutaan generasi millennial saat ini membutuhkan figur yang bisa paham keberadaan mereka sebagai entitas.

“Sampai saat ini menurut beberapa hasil survei menyatakan bahwa popularitas dan elektabilitas Prabowo Subianto (PS) makin menanjak. Dan hanya PS lah yang saat ini diprediksi mampu mengalahkan Jokowi,” kata Nizar menjawab JPNN.com di Jakarta, Minggu (10/9).

Ketua Umum Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) Gerindra ini mengatakan, hal itu tidak terlepas dari banyaknya warga yang sudah telanjur berharap tinggi kepada Jokowi tapi mendapatkan fakta yang menyakitkan.

“Banyak janji politik Jokowi yang tidak ditepati. Rakyat kecewa dengan kebijakan Jokowi menaikkan harga BBM, TDL, dan juga kecewa dengan kebijakan menumpuk utang,” ujar anggota Komisi V DPR ini.

Bahkan, katanya, akumulasi kekecewaan itu pula yang menyebabkan pendukung mantan gubernur DKI Jakarta memindahkan dukungannya kepada Prabowo Subianto.

Hal itu bisa dilihat dari hasil Pilkada Jakarta. Di mana, kandidat yang didukung oleh Prabowo bisa mengalahkan calon yang didukung oleh Jokowi dengan selisih perolehan yang sangat telak.

“Fakta itulah yang membuat gelisah Jokowi yang kemudian beberapa waktu lalu memerintahkan relawannya untuk mulai berkampanye untuk Pilpres 2019, padahal tahapan Pilpres 2019 sama sekali belum dimulai,” sindirnya.

Hal tersebut, lanjut politikus asal Madura ini, menunjukkan bahwa Jokowi sudah menyadari popularitas dan elektabilitasnya menurun drastis sehingga perlu memerintahkan relawannya untuk mencuri start kampanye.

“Pak Prabowo sejauh ini masih tenang-tenang saja, tetap fokus untuk kerja-kerja politik agar demokrasi ini dapat mewujudkan kesejahteraan untuk rakyat.”

“Jadi sampai saat ini Pak Prabowo belum mau menyinggung soal Pilpres 2019, itu artinya beliau sangat percaya diri menghadapi Pilpres 2019,” tandas Nizar.
(fat/jpnn/sdf)



loading...

Feeds

Nias Barat Diguncang Gempa

Dilansir dari situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 20.17 WIB dengan berkekuatan 4,2 Skala …