Orang Tua Siswa ‘Kelas Siluman’ Tolak Solusi Disdik Sumut

SMA Negeri 2 Medan, satu diantara dua sekolah yang kedapatan menerima siswa sisipan di luar jalur PPDB.
foto : xpresi

SMA Negeri 2 Medan, satu diantara dua sekolah yang kedapatan menerima siswa sisipan di luar jalur PPDB. foto : xpresi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Para orang tua siswa ‘siluman’ di SMA Negeri 13 dan SMA Negeri 2 Medan, menolak solusi yang ditawarkan Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) untuk memindahkan anaknya ke sekolah swasta.

Solusi tersebut, dinilai bukanlah jalan keluar terbaik.

“Pemindahan siswa ke sekolah swasta itu bukan solusi. Kita tidak mau melaksanakan tawaran itu,” cetus Ediwanto, salah satu orang tua siswa saat menghadiri pertemuan di Aula Kantor Disdik Sumut Jalan Cik Ditiro Medan, Senin (11/9/2017).

Menurut dia, apabila siswa yang bermasalah dipindahkan ke sekolah swasta pasti akan tertinggal mata pelajaran. Selain itu, dapat merusak mental anak.

“Kita jaga anak-anak kita, jangan sampai karakter mereka rusak. Makanya, kita tetap bertahan dan tidak mau pindah ke swasta. Untuk kali ini beri dispensasi,” ujarnya.

Hal senada diutarakan Lisda. Dia bersikukuh tidak mau dipindahkan ke sekolah swasta.

“Kami tidak mau dipindahkan ke sekolah swasta, karena kami dari keluarga miskin. Sebab, di sekolah swasta bayarannya mahal dan kemungkinan tidak menerima lagi. Jadi, kami tetap di sekolah negeri, tidak mau di sekolah lain atau swasta. Kebetulan jarak tempuh ke sekolah dengan rumah cukup dekat, sehingga tidak memakan waktu,” kata dia.

Sementara, Kepala Disdik Sumut Arsyad Lubis menyatakan, kepada orang tua siswa agar jangan memaksakan anaknya untuk tetap bersekolah di tempat itu. Sebab, kalau mereka bertahan nantinya mereka sendiri yang akan rugi.

“Dengan penolakan ini, kita masih terus melakukan upaya guna mencari solusi terbaik. Kita lihat perkembangannya nanti bagaimana,” aku Arsyad.

Seperti diketahui, sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2017 diberlakukan secara online untuk tingkat SMA/SMK Negeri di Sumut. Hal ini didasarkan Pergub No 52 tahun 2017 tentang Tata Cara PPDB pada SMA dan SMK Negeri.

Namun ternyata, hasil temuan Ombudsman Perwakilan Sumut masih ada sekolah yang nekat menerima siswa tanpa melalui sistem PPDB Online. Para siswa tersebut justru diterima setelah pelaksanaan PPDB Online berakhir.

Hasil investigasi Ombudsman Perwakilan Sumut misalnya, di SMA Negeri 13 Medan ada sekitar 72 siswa yang diterima tanpa PPDB Online. Selain itu, salah satu SMA Negeri 2 Medan juga ditemukan dengan jumlah 180 siswa. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds