Pengembangan Ilmu Pengetahuan Harus Terintegrasi dengan Agama

ilustrasi

ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pengembangan ilmu pengetahuan harus terintegrasi ilmu agama. Sebab, dalam pandangan Islam meskipun bentuk formalnya berbeda namun dalam hakikatnya sama yaitu sebagai tanda-tanda kekuasaan Allah SWT.

“Dengan paradigma demikian, maka tidak ada lagi yang merasa lebih unggul antara satu dengan lainnya,” ungkap Wakil Rektor I Institut Teknologi Medan (WR-I ITM)  Hermansyah Alam pada Diskusi Science dan Teknologi Dalam Al Qur’an, di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sumut Jalan Willem Iskandar Medan, Selasa (12/9/2017).

Disebutkannya, ilmu-ilmu agama berkaitan dengan pembinaan mental, moral dan ketahanan batin. Sedangkan ilmu pengetahuan atau ilmu umum berkaitan dengan pembinaan fisik, intelektual dan keterampilan.

“Penyesuaian motivasi pengembangan ilmiah dengan ajaran Islam, selain akan meningkatkan kuantitas juga kualitas. Karena motivasi utama tidak untuk mendapatkan popularitas dan imbalan materi semata atau sekedar untuk ilmu, melainkan mengembangkan ilmu yang didorong oleh keikhlasan dan rasa tanggung jawab kepada Allah,” tuturnya.

Dengan cara demikian, lanjut dia, tujuan humanis ilmu pengetahuan bisa tercapai dan tidak digunakan untuk tujuan-tujuan yang membahayakan apalagi merugikan manusia.

“Reorientasi pengembangan ilmu pengetahuan harus dimulai dengan suatu pemahaman yang segera dan kritis, atas epistemologi Islam klasik dan suatu rumusan kontemporer tentang konsep ilmu. Perubahan harus ditafsirkan dalam rangka struktur fisik luarnya, dan infrastruktur dari gagasan epistemologi Islam yang harus dipulihkan secara keseluruhan,” cetusnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengembangan ilmu pengetahuan dalam bentuk lahiriahnya, jangan sampai menghilangkan makna spiritualnya. Dengan kata lain, sebagai sarana untuk menyaksikan kebesaran Tuhan.

“Ilmu pengetahuan juga harus dikembangkan oleh orang yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan moral dan spiritual. Hal ini sesuai dengan apa yang terjadi dalam sejarah abad klasik, di mana para ilmuwan yang mengembangkan ilmu pengetahuan adalah pribadi-pribadi yang senantiasa taat beribadah kepada Tuhan dan memiliki kesucian jiwa dan raga,” imbuhnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds