Waduh, Orang Tua Siswa ‘Siluman’ Tantang Hasil Inspektorat

SMA Negeri 2 Medan, satu diantara dua sekolah yang kedapatan menerima siswa sisipan di luar jalur PPDB.
foto : xpresi

SMA Negeri 2 Medan, satu diantara dua sekolah yang kedapatan menerima siswa sisipan di luar jalur PPDB. foto : xpresi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Konsorsium Orang Tua Siswa Kelas Tambahan SMA Negeri 2 Medan (Kontras) menentang hasil Inspektorat Sumut yang melakukan pemindahan siswa dan mencopot kepala sekolah.

Mereka menilai, hasil tersebut merupakan tindakan semena-mena.

“Rekomendasi Inspektorat itu ada dua yaitu mengeluarkan anak-anak dari sekolah dan pecat kepala sekolah, karena mengeluarkan siswa itu merupakan kejahatan pendidikan. Inilah kita anggap semenah-menah. Kita akan tantang Inspektorat, bila perlu kita akan menjumpai Gubernur, presiden dan akan kita PTUN-kan,” kata Eddiyanto, anggota Kontras, Rabu (13/9/2017).

Dia menuturkan, pihaknya meminta tegas agar Pergub No 52 tahun 2017 tentang Tata Cara PPDB Online harus dirubah.

“Supaya mengakomodir, karena menteri juga menyatakan tidak boleh ada anak yang tidak masuk dengan zona ini, harus sekolah. Kenapa di daerah lain tidak terjadi seperti ini. Karena Kadisdiksu tidak memahami tentang pendidikan,” sebutnya.

Eddiyanto juga meminta kepada Ombudsman RI perwakilan Sumut untuk membantu siswa agar tetap sekolah.

“Jangan memperkeruh suasana, bantu kami mencari solusi. Karena kami adalah orang-orang yang jadi korban,” terangnya didampingi orang tua siswa lainnya.

Ia melanjutkan, bila memang pihak sekolah dalam kasus ini ada menerima uang, bisa dapat ditindak secara hukum. “Lain halnya bila Kepala Sekolah ada menerima uang, itu ada tindak korupsi. Silakan ditindak,” ucapnya.



loading...

Feeds