Rangkayo Hj. Rahmawaty Dinobatkan Sebagai Bundo Kanduang

Hj Rahmawaty jadi Bundo Kanduang

Hj Rahmawaty jadi Bundo Kanduang

 

POJOKSUMUT.com, MEDAN- Ketua Umum YPSA Hj. Rahmawaty Sofyan Raz dinobatkan sebagai Bundo Kanduang perwakilan Sumatera Utara oleh Ketua LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) Sumatera Barat Drs. M. Sayuti Datuak Rajo Panghulu, M.Pd.

Penobatan ini dilangsungkan saat acara Medan Minangkabau Fest 2017, Rabu (13/9) di Raz Hotel & Convention Medan.

Menurut Sayuti penobatan penganugerahan Bundo Kanduang kepada Ketua Umum Pasatuan Induak Bareh (PIB) Hj. Rahmawaty dilihat dari berbagai aspek. Antara lain Rahmawaty seorang tokoh wanita Minang di Sumatera Utara yang sangat peduli dengan suku dan orang Minang Sumatera Utara.

Kedua, Rahmawaty seorang tokoh Minang Sumatera Utara yang sangat peduli pendidikan Islam.

“Maka pantaslah Rahmawaty, kami anugerahi Bundo Kanduang dan Rahmawaty kami beri gelar Rangkayo”, ujarnya.

Wagubsu Dr. Nurhajizah Marpaung mengapresiasi gelaran Medan Minangkabau Fest yang diinisiasi Pasatuan Induak Bareh Sumatera Utara.

Hal tersebut disampaikan Wagubsu Nurhajizah Marpaung dalam sambutannya saat membuka Medan Minangkabau Fest 2017, Rabu (13/9) di Raz Hotel & Convention Jl. Dr Mansur Medan.

Hadir pada kesempatan tersebut Ketua umum Pasatuan Induak Baleh Rahmawaty Sofyan Raz, Ketua Dewan Pembina YPSA Sofyan Raz,

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Minangkabau (LKAM) Sumatera Barat Drs. M. Sayuti, M.Pd., pemangku adat, alim-ulama, niniak mamak, cadiak pandai, dan masyarakat Minangkabau yang ada di Sumatera Utara, Konjen Polandia, Konjen Belanda, mewakili Pangdam, mewakili Kapolda, dan mewakili Walikota Medan.

Selain itu kehadiran orgisasi perempuan seperti persatuan Induak Bareh juga diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan Provinsi Sumatera Utara. “Karena kompetisi global saat ini menuntut keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, swasta dan kelompok-kelompok masyarakat social,” ujar Nurhajizah.

Wagubsu pada kesempatan tersebut mengapresiasi organisasi Induak Bareh yang kelahirannya dibangun atas dasar prinsip kebersamaan, kekeluargaan dan kesetiakawanan telah menunjukkan kiprahnya ditengah-tengah masyarakat Sumatera Utara.

Kebersamaan tentu akan selalu baik daripada bercerai berai, seperti kata pepatah Minang, barek samo dipikua, ringan samo dijinjing. Ka bukit samo mandaki, ka lurah samo manurun. Sakabek bak siriah, sarumpun bak sarai. Satumpuak bak pinang, sadanciang bak basi, saciok bak ayam.



loading...

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …