OK Arya Ditetapkan Tersangka, Diduga Terima Fee Rp4 Miliar dari Tiga Proyek

OK Arya Zukarnaen saat keluar dari Polda Sumut sesaat mau diboyong ke Jakarta.
foto : IST

OK Arya Zukarnaen saat keluar dari Polda Sumut sesaat mau diboyong ke Jakarta. foto : IST

POJOKSUMUT.com, JAKARTA-Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) membeber kasus dugaan suap yang menimpa Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain.

OK Arya pun sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ini sebagai tindak lanjut dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di Kabupaten Batubata, Sumatera Utara (Sumut), kemarin Rabu (13/9/2017).

KPK menduga OK Arya menerima suap terkait tiga proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara, Sumut.

“Setelah mengumpulkan bahan keterangan dan pemeriksaan selama 1×24 jam disimpulkan ada tindak penerimaan hadiah atau janji oleh Bupati Batubara terkait pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara tahun anggaran 2017,” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers di Gedung KPK, Kamis (14/9/2017) seperti dilansir Rakyat Merdeka Online (RMOL/Jawa Pos Group).

Selain Arya KPK menetapkan empat orang tersangka lainnya, yakni pihak swasta, Sujendi Tarsono alias Ayen, Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara, Helman Herdady, serta dua kontraktor, Maringan Situmorang (MAS) dan Syaiful Azhar (SAZ).

Alex menjelaskan, Arya, Ayen, dan Helman berperan sebagai penerima uang suap. Sedangkan dua kontraktor, Maringin dan Syaiful sebagai pihak pemberi suap.

“Dari kontraktor MAS diduga pemberian fee sebesar Rp4 miliar terkait dua proyek,” kata Alex.

Dua proyek itu di antaranya, pembangunan jembatan Sentang senilai Rp32 miliar yang di menangkan oleh PT GMU dan proyek pembangunan jembatan Sel mangung senilai Rp 12 miliar yang dimenangkan oleh PT T.

Dari kontraktor Syaiful Azhar juga diduga terdapat pemberian fee sebesar Rp400 juta.

“Pemberian itu terkait proyek betonisasi jalan Kecamatan Talawi senilai Rp3,2 miliar,” papar Alex.

Sebagai pemberi suap, dua kontraktor itu diberatkan pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau pasal 13 Undang-Undang 31 tahun 1999. Sementara itu, sebagai pihak penerima, Arya, Ayen, dan Herman dikenakan pasal 12 huruf a atau b atau pasal 11 Undang-Undang 31 Tahun 1999 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo pasal 65 KUHP. (san/rmol/jpg/nin)



loading...

Feeds

Resmi Menjanda Lagi, Musdalifah Bersyukur

POJOKSUMUT.com, MUZDALIFAH harus menerima kenyataan kembali berstatus janda. Pun demikian, dia mengaku bersyukur setelahPengadilan Agama Tangerang telah mencabut status pernikahannya …

Babak I : PSMS Vs Persita : 0-0

Dua menit kemudian, gelandang serang Persita Henry Rivaldi kembali lolos dari kawalan pemain PSMS, mampu melepaskan tendangan keras namun melenceng …