Diduga Dalang Pembunuhan Toke Sawit, Pendeta GBKP Bekasi Diciduk Polrestabes Medan

Andreas Josep Tarigan, pendeta Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) ditangkap di Bekasi, diduga sebagai dalang pembunuhan toke kelapa sawit di Sumut.
foto ; IST

Andreas Josep Tarigan, pendeta Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) ditangkap di Bekasi, diduga sebagai dalang pembunuhan toke kelapa sawit di Sumut. foto ; IST

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Setelah sempat buron hampir setahun, Andreas Josep Tarigan, pendeta Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) ditangkap personel Polrestabes Medan, dari kediamannya Jalan Taman Sakura Blok L1, Bekasi, kemarin (19/9/2017).

Andreas yang juga Ketua Klasis Bekasi-Denpasar diduga kuat sebagai otak pelaku pembunuhan Tahan Ginting (44), pengusaha sawit dan galian C di Kec Pancurbatu Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara.

Menurut informasi yang menyebar lewat grup WhatsApp jurnalis di Medan Rabu (20/9/2017), Andreas diciduk saat hendak mengantarkan anaknya ke sekolah dengan mengendarai sepeda motor.

Ketika itu pula, tim khusus Polrestabes Medan langsung merangsek masuk ke dalam rumahnya dengan membawa surat resmi penangkapan yang bersangkutan.

Tersangka bersama istri dan anaknya lantas terkejut dengan kedatangan polisi. Mereka lalu mencoba melakukan perlawanan dengan berteriak minta tolong.

Namun, upaya mereka yang sempat membuat heboh warga komplek dapat dikendalikan polisi setelah menunjukkan bukti surat penangkapan terhadap Andreas.

Mendengar keterangan polisi, warga pun tenang dan tersangka diboyong ke Medan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Febriansyah belum mau memberikan keterangan, saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Perlu diketahui, aksi pembunuhan terhadap korban berawal terjadi di Jalan Lintas pemukiman padat penduduk, tepatnya di depan lahan sawit dan galin C milik yang diurusnya pada 22 Oktober 2016 silam.

Saat tiga tersangka lainnya hendak mengambil tanah timbun di tempat usaha korban.

Ketiga tersangka yang sudah divonis hakim masing-masing Roni Tarigan, Roni Bangun alias Oni, serta Jeremia Tarigan alias Batut menyerang korban dengan senjata tumpul.

Karena tidak diizinkan mengambil tanah galian, tiga tersangka lalu menyerang korban dengan senjata tumpul. Kemudian, Andreas ikut menganiaya hingga korban meninggal dunia. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds