Diduga Sesat, sebelum Pengajian, Para Santri Disuruh Melakukan Ritual Ini

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, WARGA Samuda, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimatan Tengah dibuat resah belakangan ini.

Sebabnya, banyak masyarakat yang mengaku menjadi korban atau pengikut aliran yang dikembangkan seorang pria inisial AJG.

Alirannya diduga sesat, karena kehidupan para mantan pengikutnya jadi berantakan. Seperti yang diungkapkan HM yang tinggal di daerah Samuda sekaligus orang yang pernah mendengar sendiri pengajian AJG.

”Masih banyak keluarga resah dan hidupnya berantakan di daerah Jaya Karet, Samuda, akibat ajaran AJG ini. Rata-rata mereka adalah mantan muridnya (AJG) yang sudah terlanjur makan omongan si guru yang diterapkan di kehidupan mereka,” ujarnya ketika dihubungi, Selasa siang (19/9/2017) seperti dilansir Radar Sampit (Jawa Pos Group).

Beberapa waktu sebelumnya, Radar Sampit juga sempat menemui seorang mantan murid AJG berinisial MT (30) yang berkunjung ke rumah mantan gurunya itu dengan maksud berdialog. Namun, karena yang bersangkutan tidak berada di rumah, maka iapun kembali ke rumahnya di Samuda.

Waktu itu, MT menuturkan bahwa kehidupannya bersama sang istri sempat berantakan lantaran ia tidak pernah memberikan nafkah pada istrinya itu selama dua bulan lamanya, saat masih ikut pengajian AJG.

Beberapa waktu lalu, AJG sempat mengaku bahwa semua ilmu yang diajarkannya itu berasal dari pengalamannya mempelajari ilmu kanuragan dan bertapa (puasa) beberapa waktu lamanya. Ia sama sekali tidak menyinggung tentang ajaran Alquran dan hadits sebagai pedomannya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya merupakan keturunan dari sahabat rasul, Ali bin Abi Thalib. Dia bangga dipanggil dengan sebutan habib.

Berdasarkan data yang diperoleh, ketika mengadakan pengajian, AJG selalu mengajak para santrinya untuk berdiam sejenak di pondoknya yang berada di lantai atas (lantai dua). Tujuannya, untuk melakukan ritual pembacaan sumpah dan sebagainya.

Menurut laporan, sumpah tersebut berisi sekitar 12 kalimat yang isinya mengajak semua umat untuk bersatu dengan alam dan kembali pada hakikat manusia sebagai penguasa diri sendiri.

AJG juga mengaku bahwa manusia harus memiliki semacam ilmu kanuragan. Tujuannya untuk membentengi diri sendiri dari berbagai macam bahaya. Menurutnya, ilmu kanuragan terbagi menjadi dua yaitu ilmu kanuragan manusiawi dan ilahi.

Ilmu kanuragan manusiawi, menurut AJG, adalah yang tidak bisa dikontrol. Apabila tidak berpegang teguh pada hakikat kehidupan dan dekat dengan Tuhan, orang yang memiliki ilmu kanuragan tersebut akan menjadi siluman.

Berbeda dengan kanuragan ilahi. Ilmu jenis ini, menurutnya tidak akan bisa musnah. Kekuatannya abadi. Datangnya dari Tuhan. Bahkan tidak perlu belajar apapun sudah bisa hapal dan mengetahui isi hati seseorang.

Meskipun AJG mengakui adanya Rasul Muhammad dan menganjurkan bershalawat, namun ada sisi lain yang berbeda dari sosok AJG ini. Yang jelas dirinya tidak pernah menyinggung sama sekali tentang Alquran dan hadits.



loading...

Feeds