Ibu Driver Grab yang Tewas Dibegal Sempat Larang Putranya Keluar Rumah

Korban saat di rumah duka didampingi istri dan anaknya. Salah satu tersangka telah ditembak mati.
foto : fir/pojoksumut

Korban saat di rumah duka didampingi istri dan anaknya. Salah satu tersangka telah ditembak mati. foto : fir/pojoksumut


POJOKSUMUT.com, MEDAN
-Kematian Ridwan Limbong (34), driver Grab Bike yang tewas ditikami oleh komplotan begal, membawa penyesalan yang mendalam bagi ibunya, Sasmita Simanjuntak (56).

Bagaimana tidak, sang ibu sempat melarang puteranya keluar rumah pada malam hari lantaran kondisi hujan.

“Sudah saya larang untuk keluar lagi, karena diluar hujan. Itulah, tetapi tetap juga dia pergi karena ada penumpang yang mau dijemputnya,” ungkap Sastima saat ditemui di rumah duka Jalan Palem IX No 39, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, Sabtu (23/9/2017).

Dia menyebutkan, putranya yang menjadi korban aksi begal tersebut keluar rumah sekira pukul 23.00 WIB. Sempat ditanyakan juga mau pulang jam berapa dan tidur di mana.

“Dia sempat bilang akan tidur di rumah temannya. Kebetulan, temannya itu sedang sendiri di rumah dan isteri temannya tidak ada. Lalu, dia buru-buru ngeluarin motor dari rumah sambil memasukkan mantel ke jok. Setelah itu dia pamit,” tutur Sasmita yang sesekali mengusap air matanya.

Diutarakan dia, awalnya Ridwan keluar rumah pada pukul 19.00 WIB. Lalu, sempat pulang ke rumah pada pukul 21.00 WIB.

“Sekitar jam 11 malam (23.00 WIB) dia keluar lagi, dibilangnya mau menjemput penumpang. Itulah, jam tujuh pagi (07.00 WIB) kami mendapat kabar dari polisi, yang mengatakan bahwa Ridwan meninggal dunia karena dirampok,” ucap Sasmita.

Spontan, ibu korban pun kaget. Ia sempat tak percaya kabar tersebut dan memutuskan untuk pergi ke rumah sakit melihat jenazah anak keduanya itu. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds