Sedihnya…sebelum Tewas Dibegal, Driver Grab Beri Isyarat Ini ke Istrinya

Korban saat di rumah duka didampingi istri dan anaknya. Salah satu tersangka telah ditembak mati.
foto : fir/pojoksumut

Korban saat di rumah duka didampingi istri dan anaknya. Salah satu tersangka telah ditembak mati. foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Ridwan Limbong (34), korban komplotan begal yang tewas ditikami ternyata sempat memberi isyarat pada istrinya, Beti Wani Purba (33).

Isyarat itu baru disadari Beti setelah suaminya meninggal dunia, Sabtu (23/9/2017).

Diceritakan Beti, pada Kamis (21/9/2017) kemarin, dirinya diantar oleh suami ke Tebingtinggi. Di sana, merupakan tempat tinggal orangtua Beti. Keesokan harinya Ridwan kembali ke Medan.

“Waktu pulang dari rumah orang tua saya, dia mengenakan pakaian serba hitam. Dalam hati, saya bertanya kok kayak berduka,” kenang Beti yang terduduk di sisi pembaringan suaminya, di rumah duka Jalan Palem 9 No 39 Blok 9, Perumnas Helvetia, Kec Medan Helvetia.

Beti menuturkan, pada Jumat malam sekira pukul 19.00 WIB masih sempat ngobrol dengan suaminya via WhatsApp (WA) menanyakan kabar. Bahkan, pukul 23.00 WIB masih WA sambil tertawa.

Lebih lanjut dia menceritakan, suaminya masih baru beberapa bulan menjadi driver Grab Bike di Medan. Sebab, selama ini merantau di Kota Batam, Kepulauan Riau.

“Saya dan suami belum lama tinggal di Medan. Selama ini, kami merantau ke Kota Batam,” tutur Beti.

Ia menyebutkan, dirinya bersama suami di Medan sejak bulan Mei lalu. Setelah sampai di Medan, barulah suami menjadi pengemudi Grab.

“Anak kami dua, paling besar namanya Bintang Limbong masih empat tahun. Sedangkan yang paling kecil Tania Limbong, usianya sekitar tiga tahun,” ucap Betti yang terus memandangi wajah suaminya sembari menangis. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds