Orang Tua Siswa Sisipan Ngaku Salah, Minta Disdik Sumut Jangan Korbankan Anak

SMA Negeri 2 Medan, satu diantara dua sekolah yang kedapatan menerima siswa sisipan di luar jalur PPDB.
foto : xpresi

SMA Negeri 2 Medan, satu diantara dua sekolah yang kedapatan menerima siswa sisipan di luar jalur PPDB. foto : xpresi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Orangtua siswa sisipan atau siswa yang tak masuk melalui jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online pada beberapa SMA Negeri Medan, hingga kini masih terus bertahan agar anaknya tetap di sekolah.

Para orang tua berharap Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdik Sumut) jangan mengorbankan siswa dengan mengeluarkannya dari sekolah.

Eddiyanto, salah satu orangtua siswa sisipan menyatakan, bahwa persoalan ini mutlak kesalahan orangtua dan sekolah. Untuk itu, anak-anak jangan ikut menjadi korban.

“Janganlah anak-anak dikorbankan dalam masalah ini. Biarlah orang tua yang salah karena ketidaktahuan dengan sistem PPDB yang baru ini. Di samping itu, sekolah kenapa bisa pula menerima siswa padahal jalur penerimaan telah ditutup,” ujarnya saat dihubungi akhir pekan ini.

Dia menuturkan, keputusan yang diterapkan untuk mengeluarkan siswa kelas tambahan dapat dipertimbangkan kembali. Artinya, dicari solusi lainnya yang terbaik dengan tidak mengorbankan anak-anak.

“Masih ada solusi lainnya yang terbaik dan tidak mengorbankan anak-anak. Misalnya, orang tua yang salah dengan memberikan uang atau menyuap silahkan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Begitu juga dengan kepala sekolah apabila terbukti bersalah,” tutur Eddiyanto.

Sementara, Kepala Disdik Sumut Arsyad Lubis menegaskan, bahwa ratusan siswa yang masuk tanpa melalui jalur resmi tetap harus dipindahkan. Meskipun, para orang tua siswa tersebut menolak.

“Walaupun para orang tua siswa melakukan penolakan, kami tetap berkomitmen dengan keputusan awal. Keputusan tersebut yaitu memfasilitasi pemindahan siswa tidak resmi ke sekolah swasta,” ujar Arsyad.

Ia menyatakan, bila ada alasan orang tua siswa yang tak mampu membiayai anaknya ke sekolah swasta, bisa dibantu menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Itu bukan alasan, kan ada nanti dana BOS,” tukasnya.

Kasi Kurikulum dan Penilaian SMA Saut Aritonang menyatakan, apabila sekolah tak menjalankan keputusan itu atau membandel maka secara tegas akan dipanggil kembali.

“Kepala sekolah nanti kita mintai keterangan lagi, sudah sejauh mana penyelesaiannya,” kata Saut.



loading...

Feeds