Tragis! Bukannya Dibina, Remaja 15 Tahun Ini Dijadikan Pelampisan Nafsu Oknum Sintua

YS yang telah dicabuli meminta keadilan agar pelakunya dihukum seberat mungkin.
Foto : Newtapanuli/JPG

YS yang telah dicabuli meminta keadilan agar pelakunya dihukum seberat mungkin. Foto : Newtapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, TOBASA-Masa remaja, YS (15) seharusnya indah. Warga Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba Samosir ini selayaknya menikmati waktu mudanya bermain dengan teman sebaya dan mengejar impiannya menjadi dokter.

Namun, apa daya, kebejatan seorang oknum sintua atau tokoh agama setempat, TS, membuatnya depresi. Remaja kelas dua SMP ini menjadi korban pencabulan TS yang sudah beristri. Selain pribadinya yang tertekan, nasib buruk itu juga menjadi aib keluarga yang membuat keluarga malu.

“Sudah kami laporkan ke polisi dan sudah pernah disidangkan sekali. Untuk menunggu proses lanjutan korban YS menghentikan lanjutan sekolahnya,” ujar orang tua korban, Minggu(24/9/2017) seperti dilansir New Tapanuli (Jawa Pos Group).

Akibat proses hukum atas pelecehan seksual ini, YS memilih putus sekolah. Padahal, cita-cita anak petani ini cukup tinggi, yakni menjadi dokter. Tapi harus terhenti karena ulah seorang tokoh agama atau Sintua berinisial TS menjadikannya sebagai pelampiasan hawa nafsu.

“Sebelumnya, TS yang sudah saya percayai dalam pembinaan remaja. Tapi tega berbuat senonoh pada diriku dan harus melayani kemauannya untuk memuaskan hawa nafsunya,” ujar YS.
Dia mengatakan, peristiwa awal yang saat itu, ia masih duduk di bangku kelas dua salah satu SMPN di Soposurung itu sedang mengikuti pembinaan remaja dan saat itu tepat di malam hari.

Di saat pulang, dikatakan YS secara sengaja TS menawarkan jasa untuk diantarkan pulang ke rumah menaiki sepeda motor dan kebetulan jarak rumah korban ke tempat pembinaan remaja cukup lumayan. Akhirnya, diterima. Ternyata, diungkapkan YS, bukan dibawa pulang melainkan dibawa ke suatu tempat ke desa tetangga.

“Di tempat gelap, saya dijadikan pemuas nafsunya, ketika pulang saya diturunkan hingga di pintu gerbang desa,” ungkap YS dan mengakui setelah hawa nafsu TS terlampiaskan dirinya diancam dengan perkataan apabila dikasih tau dirinya akan dibunuh.

Peristiwa sama terjadi, di bawah ancaman kedua orang tuanya akan dibunuh. YS akhirnya harus tutup mulut dan harus menuruti perintah TS yang juga berprofesi sebagai supir angkutan ini, tiap kali TS butuh pemuas nafsu.

“Perbuatannya sudah saya layani sebanyak lima kali di tempat berbeda,” ungkap YS dengan tangisan menyesal akibatnya lanjutan pendidikannya harus berhenti.

Pernyataan YS dikuatkan oleh ayah kandungnya, dikatakan dia, akibat perbuatan pelaku terhadap putrinya membuat dirinya sebagai orangtua malu di hadapan umum. Untuk itu, dikatakan dia pelaku TS supaya diberikan hukuman setimpal

 

“Saya pasrah dan percaya, keadilan akan diberikan kepada kami,” ujar orang tua korban dengan sedih memikirkan nasib putrinya.



loading...

Feeds