Danau Toba Makin Mendunia Berkat Even Ini

Danau Toba : Foto kemenpar

Danau Toba : Foto kemenpar

Semua peserta diyakini bakal terbius pesona Danau Toba, danau terbesar kedua setelah Danau Victoria di Afrika.

Setelah itu, ada Batu Hobon, situs yang terletak di Desa Limbong Sagala. Batu ini sakral karena merupakan tempat Si Raja Batak menyimpan harta bendanya.

“Lintasan lari juga cukup memberikan tantangan bagi pelari. Mereka berlari dengan lintasan menanjak dan menurun. Start-nya mulai dari pemandian air hangat Resor Sitio-tio Panguruan. Finish-nya juga sama. Setelah berlari, mereka bisa berkunjung ke obyek-obyek wisata yang ada di Samosir dan Danau Toba,” jelasnya.

Lomba lari maraton ini yang diikuti 800-an peserta dari Indonesia dan mancanegara seperti Malaysia, Singapura dan Filipina dikuasai pelari dari Indonesia.

Di kelas bergengsi 50K,pelari asal Binjai ,Udin Akbar menguasai podium pemenang SLTUM 2017 dengan waktu tercepat 03:42:10 diikuti pelari Medan, Partogian Gultom (3:46:25) dan Lotswardi Kabaekan dari Depok (4:09:07).

Sementara itu, di bagian putri, untuk kelas 50K, Ruth Theresia dari Bekasi menempati yang pertama dengan membukukan catatan waktu %:44:57.

Di posisi kedua, ditempati Nengsih Samadi (5:45:12) dan Kartini Achmad Kamal,pelari Malaysia dari petaling Jaya menjadi yang terbaik ketiga dengan catatan waktu (6:14:44).

Bagi Kemenpar, Sport tourism memang selalu menjadi andalan untuk memperkenalkan destinasi wisata di tanah air.

“Sukses dan harus solid! Kompak! Maju bersama, berjuang bersama, saling support, saling memperkuat! Itulah Indonesia Incorporated!” papar Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Kolaborasi yang hebat, pasti akan menghasilkan produk event yang solid juga!” imbuhnya.

Arief menambahkan, kegiatan SLTUM 2017 ini sukses mendatangkan sejumlah pelari bukan hanya tingkat nasional, tetapi juga dari luar negeri.

Dampaknya akan memberikan dan menyatakan bagaimana indahnya Danau Toba dengan pesona wisatanya.

Menurutnya, peran semua pihak harus terlibat. Selain perhatian dari pusat yaitu Kemenpar, dua pemerintah Pemkab Samosir, juga partisipasi konkret dari Pemprov Sumut.

Dia berharap kegiatan itu kembali dilaksanakan dengan mendatangkan pelari dalam jumlah banyak dari luar negeri.

“Mereka yang datang ini bukanya hanya mengenal Samosir tetapi juga wilayah Danau Toba secara keseluruhan. Ada dampak yang baik, karena itu kita berharap kegiatan ini kembali dilakukan tahun depan,” pungkasnya.(adv/jpnn)

Berikut Hasil Lengkap Samosir Lake Toba Ultra Marathon 2017 :



loading...

Feeds