Usai Diperiksa di Bareskrim Polri, Ini Komentar Syahrini

Syahrini menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Rabu (27/9/2017).
foto : Federik tarigan/Jawa Pos

Syahrini menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri, Rabu (27/9/2017). foto : Federik tarigan/Jawa Pos

POJOKSUMUT.com, ARTIS Syahrini menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait penipuan perjalanan umrah yang dilakukan PT Anugerah Karya Wisata Andika Surachman, Rabu (27/9/2017.

Usai pemeriksaan, mantan duet Anang Hermansyah ini mengklarifikasi beberapa yang sebelumnya dikatakan bos perusahaan travel Anniesa Hasibuan dan Andika Surachman.

Termasuk, soal jumlah 18 orang keluarganya yang mendapat perjalanan umroh secara gratis.

“Itu bukan 18 orang keluarga saya, tapi 12 orang. Sebagian lagi, yang lima orang adalah tim dari First Travel,” kata Syahrini kepada awak media di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (27/9/2017) seperti dilansir Jawa Pos.com.

Artis cantik kelahiran Bogor itu mengaku, memenuhi panggilan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Mabes Polri sebagai saksi. Dia merasa perlu datang karena apa yang disampaikan pemilik First Travel tidak benar.

“Hanya memenuhi panggilan, kapasitas saya sebagai warga negara yang baik saja. Karena kalau kita tidak salah, tidak ada urusan apapun dengan hukum pidana di negeri ini. Pertanyaan yang disinyalir semuanya bohong dan tidak benar,” ucap pelantun lagu Maju Mundur Cantik itu.

Dia menambahkan, penyidik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan kurang lebih selama satu jam dan melontarkan 18 pertanyaan kepadanya. Menurutnya pertanyaan tersebut merupakan bentuk konfirmasi dari apa yang diungkapkan oleh pemilik First Travel.

“Ada 18 pertanyaan kurang lebih satu jam saya di dalam. Kemudian semua pertanyaannya jelas, keluarga saya full membayar,” ungkap artis cantik sapaan Princes.

Lebih lanjut, wanita yang mempopulerkan jambul khatulistiwa itu tidak membenarkan kalau sepenuhnya ia dan anggota keluarganya dibiayai secara gratis oleh First Travel.

“Keluarga saya membayar secara resmi kepada First Travel, hanya saya mendapat potongan 50 persen,” pungkasnya.

Diketahui, polisi telah menetapkan Andika dan Anniesa Hasibuan sebagai tersangka kasus penggelapan dan penipuan. Mereka ditangkap Kamis, 9 Agustus 2017 di Komplek Perkantoran Kementrian Agama.

Selain itu, adik Anniesa yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan First Travel, Kiki Hasibuan turut ditetapkan menjadi tersangka.

Ketiganya dijerat Pasal 372 dan Pasal 378 KUHP soal Penggelapan dan Penipuan. Keduanya juga dikenakan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (cr5/JPC/nin)



loading...

Feeds