Kemendikbud Bantah Pengakuan Orang Tua Siswa Sisipan Dipanggil Pak Menteri

SMA Negeri 2 Medan, satu diantara dua sekolah yang kedapatan menerima siswa sisipan di luar jalur PPDB.
foto : xpresi

SMA Negeri 2 Medan, satu diantara dua sekolah yang kedapatan menerima siswa sisipan di luar jalur PPDB. foto : xpresi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) melalui Kemendikbud membantah memanggil orang tua siswa sisipan SMA Negeri 2 Medan. Pemanggilan tersebut terkait keputusan dipindahkannya para siswa ke sekolah swasta, yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Sumut.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, Ari Santoso menyatakan, bahwa apa yang disampaikan orang tua siswa mengaku dipanggil oleh Mendikbud tidak benar. Sebab sampai saat ini tidak ada surat masuk.

“Enggak, enggak ada. Mendikbud tidak ada pernah memanggil mereka,” ujar Ari yang dihubungi, Jumat (29/9/2017).

Diutarakannya, Kemendikbud tidak akan pernah memanggil orangtua siswa. Sebab, persoalan itu bukan lagi kewenangan pihaknya. Kewenangan itu sekarang urusan Dinas Pendidikan Sumut.

“Yang ada (surat masuk) hanya DPRD Sumut untuk menghadap Dirjen. Selain itu, tidak ada surat lainnya,” tegas Ari.

Sebelumnya, perwakilan orangtua/wali siswa sisipan SMA Negeri 2 Medan, Fitra mengatakan, bahwa Mendikbud Muhajir Effendy memanggil mereka untuk datang ke Jakarta membahas persoalan ini. Hal itu diutarakannya ketika meminta doa restu kepada anak-anaknya yang sedang sekolah, Kamis (28/9/2017).

“Sejumlah perwakilan orangtua dipanggil Bapak Menteri Muhajir Effendy ke Jakarta untuk bahas persoalan ini. Malam ini (Kamis) kami berangkat, dan Jumat kami langsung bertemu Pak Menteri,” aku Fitra.

Orang tua siswa lainnya, Eddyanto yang juga berangkat ke Jakarta mengatakan, bahwa mereka akan berjuang sekuat tenaga untuk memastikan seluruh siswa tambahan dapat bersekolah di SMA Negeri 2 Medan sampai tamat. “Kami akan terus perjuangkan kalian. Kami jamin kalian akan terus bersekolah,” ucapnya.



loading...

Feeds