Ricuh! PSMS Kalah, Wasit Dituding Tak Fair, Suhandi Dipukul Pihak Keamanan

Live Streaming Kinantan TV, momen ricuh pemain dengan pihak keamanan di Persibat Batang, Jumat (29/9/2017).
foto : Kinantan TV

Live Streaming Kinantan TV, momen ricuh pemain dengan pihak keamanan di Persibat Batang, Jumat (29/9/2017). foto : Kinantan TV

POJOKSUMUT.com, MEDAN-PSMS Medan gagal meraup poin saat melakoni laga away melawan Persibat Batang, Jawa Tengah pada laga lanjutan babak 16 Besar Liga 2 Tahun 2017.

Legimin Raharjo dkk takluk 0-1 di Stadion M Sarengat Batang, Jumat (29/9/2017).

Satu-satunya gol dalam pertandingan ini dicetak oleh Supriono lewat titik putih penalti pada menit ke-82. Karena gol ini jugalah, kericuhan sempat mewarnai laga ini.

Skuad PSMS tidak terima wasit menunjuk titik putih dan mempertanyakan keputusan tersebut. Alhasil, pemain yang mengejar wasit berhadapan dengan keamanan dan terjadi pemukulan pemain. Beruntung, pertandingan ini bisa tuntas.

Dengan hasil ini, PSMS harus bertahan di dasar klasemen dengan poin satu, dari tiga kali pertandingan. Sebelumnya, Ayam Kinantan-julukan PSMS kalah 0-1 dari PSIS, imbang 0-0 lawan Persita.

Kini hanya tiga pertandingan, dua home, satu away tersisa dan wajib dimenangkan. Dua laga home PSMS yaitu menjamu Persibat, 3 Oktober dan PSIS 7 Oktober 2017 di Stadion Teladan serta satu laga away di Tangerang (Persita) 11 Oktober 2017.
Sementara itu, Asisten Pelatih PSMS, Edy Syahputra menjelaskan timnya sejatinya bermain imbang dengan tuan ruman. Pertandingan juga berjalan dengan menarik dimana skuad PSMS mampu menjalankan strategi yang diintruksikan pelatih.

Diapun menceritakan kronologis kericuhan versinya.

Namun, sayang 20 menit menuju pertandingan usai, kericuhan terjadi. “Kami enggak terima penalti tersebut. Karena hingga 70 menit, pertandingan menarik. Wasit masih fair. Nah, setelah itu wasit mulai mengeluarkan keputusan yang merugikan. Puncaknya saat tuan rumah diberi penalti. Pada saat itu pemain mereka masuk ke wilayah penalti dan menjatuhkan diri, tapi Wanda (bek PSMS) disebut melakukan pelanggaran. Padahal wasit saat kejadian jauh, tapi tiba-tiba tunjuk penalti dan gol,” ungkapnya kepada Pojoksumut.com saat dihubungi Jumat (29/8/2017) malam.

Setelah itu, para pemain PSMS menanyakan ke wasit mengapa penalti. “Kami enggak terima penalti itu. Aspirasi anak-anak tak tersampaikan dan dalam keadaan emosi mengejar wasit hingga ke ruang ganti, wasit lari dan dijaga petugas. Nah, ketika kita mau mendatangi wasit, pemain kita Suhandi dipukul. Jadinya kita yang berantem dengan polisi,” ungkapnya.



loading...

Feeds