Duh! Lihat Nih, Gara-gara Pemko Medan Tak Kunjung Perbaiki Jalan Muchtar Basri

Spanduk yang dipasang di depan kampus UMSU Jalan Muchtar Basri untuk menggugah Pemko Medan.
foto : Instagram

Spanduk yang dipasang di depan kampus UMSU Jalan Muchtar Basri untuk menggugah Pemko Medan. foto : Instagram

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Warga Medan tampaknya sudah gerah dengan kondisi jalanan yang kupak kapik di beberapa wilayah. Satu diantaranya di Jalan Muchtar Basri, sekitaran kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Sekian lama, aspiras tak didengar, keserahan itu akhirnya ditunjukkan lewat bentangan spanduk. Ya, spanduk tersebut bertuliskan ‘Bapak Wali Kota Medan Perbaiki Jalan Muchtar Basri Atau Kami Demo?’ sejak beberapa hari lalu terpasang.

Siapapun yang lewat akan melihat jelas. Spanduk ini juga sudah berseliweran di media sosial.

Satu diantaranya yang mengunggah adalah Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LPAK), Padian Adi S Siregar.

“Siapa kiranya yang berani mengancam Wali Kota Medan nich,” tulisnya pada keterangan foto.

Kepada Pojoksumut.com, Senin (2/10/2017), Padian menjelaskan ini adalah bentuk suara warga mengingat janji Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin untuk menuntaskan perbaikan infrastruktur jalan yang akan rampung pada Tahun 2017 belum terwujud.

“Perbaikan yang dilakukan masih terkonsentrasi di kecamatan tertentu saja, sehingga terjadi diskriminasi pada daerah tertentu. Sebagai perbandingan antara kecamatan Johor dilakukan perbaikan dua kali sepanjang 2017 dengan kecamatan Medan Timur yang sudah tiga tahun rusak parah tak kunjung selesai diperbaiki,” ujarnya.

Dia mengurai, penderitaan akibat jalan rusak selama bertahun-tahun sangat dirasakan warga Glugur Darat dan Kampung Durian termasuk Mahasiswa dan Pegawai UMSU yang harus berjuang melewati lumpur di kala hujan dan menghirup abu saat kemarau akibat sisa galian parit yang tak kunjung selesai.

“Dua akses jalan menuju UMSU yaitu Jalan Muchtar Basri dan Jalan Bukit Barisan kondisinya sangat parah sudah tiga kali berganti wali kota dan sudah puluhan pejabat yang berkunjung tapi tak kunjung diperbaiki. Sampai ada adagium “mungkin harus presiden yang lewat jalan Mukhtar Basri dan Bukit Barisan baru jalan diperbaiki,” tukasnya.

Dia menyebut langkah yang dilakukan warga sekitar UMSU agar Pemko Medan memperbaiki jalan rusak sudah berulangkali. Mulai dari tanam pohon, semen jalan bahkan protes secara langsung sudah dilakukan, tetapi Wali Kota Medan tidak bergeming dari sikap arogansi dan diskriminatif.

“Maka, jargon “Medan Rumah Kita” hanya hisapan jempol semata atau malah maksudnya kalau jalan rusak warga sendiri harus memperbaiki,” tegasnya.



loading...

Feeds