46 Pemegang SIM Palsu Diminta Segera Kembalikan, Jika Tidak Ini Akibatnya

Kapolda Sumut saat meninjau lokasi tempat pembuatan SIM palsu di Medan, beberapa waktu lalu. SIM disembunyikan di bawah kasur.
foto : IG Polda Sumut

Kapolda Sumut saat meninjau lokasi tempat pembuatan SIM palsu di Medan, beberapa waktu lalu. SIM disembunyikan di bawah kasur. foto : IG Polda Sumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) mengimbau kepada masyarakat Kota Medan sekitarnya yang memegang SIM palsu untuk segera mengembalikan.

Dari hasil penyelidikan polisi, dari 70 SIM yang dicetak 46 di antaranya sudah beredar ke masyarakat.

“Kita akan tindak pemilik atau pemegang SIM palsu itu jika tidak segera mengembalikannya. Pemilik bisa dipidana melanggar pasal 266 KUHPidana karena menggunakan dokumen atau surat palsu,” ujar Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu, Selasa (3/10/2017).

Diutarakan dia, pemilik SIM palsu bisa dijadikan tersangka karena menggunakannya sebagai syarat utama berkendara. Sebaliknya, jika bersikap kooperatif dengan segera mengembalikan SIM palsu tersebut, maka bisa disebut sebagai korban.

“Kita akan bekerja sama dengan Dit Lantas menyelidiki sekaligus menindak pemilik atau pengguna SIM palsu. Jika pengemudi kendaraan bermotor kedapatan memakai SIM palsu tersebut akan langsung diproses,” cetus Faisal.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengenali ciri-ciri fisik perbedaan SIM asli dengan yang palsu.

“Kita imbau SIM palsu itu untuk segera dikembalikan karena sebenarnya dia adalah korban. Tapi, kalau nantinya kita temukan di lapangan, maka akan kita jadikan tersangka,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, sebuah rumah di Jalan Setia Luhur Gang Arjuna Kec Medan Helvetia, Kota Medan, digerebek Kamis (28/9/2017) lalu. Rumah tersebut dijadikan home industri atau tempat pembuatan SIM palsu.

Dari penggerebekan tersebut, polisi menyita jutaan SIM palsu dan bekas, peralatan komputer serta alat laminating. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds