Polda Sumut Bantah Hentikan Kasus Dugaan Cabul Oknum Kades Paluta

Korban pencabulan yang diduga dilakukan oknum Kades di Tapsel.
foto : Metro Tabagsel/JPG

Korban pencabulan yang diduga dilakukan oknum Kades di Tapsel. foto : Metro Tabagsel/JPG

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Polda Sumatera Utara (Sumut) melalui Subdit IV Renakta Direktorat Reskrimum membantah, bahwa jajarannya Polres Tapanuli Selatan, sempat menghentikan kasus dugaan pencabulan yang diduga dilakukan HSS, oknum kepala desa (kades) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Kepala Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Hari Sandy Sinurat menyebutkan, pihaknya sudah mendengar penjelasan NR (16), anak di bawah umur yang mengaku sebagai korban cabul terlapor. Dia pun menepis kasus ini sudah dihentikan seperti dugaan keluarga korban.

Sandy mengaku sudah menghubungi Kasat Reskrim Polres Tapanuli Selatan dan mendapat informasi bahwa kasus ini tidak dihentikan atau SP3.

“Kasusnya belum duduk dan belum dihentikan. Penyidik tidak memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka,” kata Sandy, Selasa (3/10/2017).

Disebutkan dia, pihaknya sudah menyarankan korban melapor ke Bidang Pengawasan Penyidik Polda Sumut agar memanggil penyidik Polres Tapsel. Bahkan, jika perlu dilakukan gelar perkara di markas Polda Sumut dengan mengundang pihak lain untuk mendapatkan masukan.

Sebelumnya, sejumlah masyarakat Desa Aek Jangkang, Kecamatan Padangbolak, Kabupaten Paluta mendadak mendatangi Mapolda Sumut, Senin (2/10).

Warga melaporkan dugaan pencabulan yang dilakukan oknum kepala desanya kepada NR.

“Kami mau melaporkan perbuatan bejat kepala desa kami kepada anak ini (NR). Pengakuan anak ini sudah berkali-kali dicabuli pelaku,” ujar P Ritonga yang mendampingi korban.

Pendamping korban lainnya, Firman Ritonga, menuturkan bahwa NR masih trauma atas kejadian tersebut. Sehingga ketika diacak membicarakan kejadian yang dialaminya, maka dia akan menangis.

“Kejadian pada bulan Mei 2017. Anak ini dicabuli di rumah kosong berkali-kali,” cetusnya.

Sekjen Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deliserdang, Junaidi Malik yang juga mendampingi korban menuturkan, sebenarnya keluarga korban sudah pernah membuat laporan di Polres Tapsel pada September 2017. Namun, disebut-sebut laporan itu di SP3-kan.



loading...

Feeds