Bikin Heboh! Ular Piton Sepanjang 6 Meter Lemas Usai Memangsa Kambing Warga

Penampakan ular piton yang memakan seekor kambing di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
foto : Metro Tabagsel/JPG

Penampakan ular piton yang memakan seekor kambing di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). foto : Metro Tabagsel/JPG

POJOKSUMUT.com, MADINA-Suasana Desa Banjar Aur Utara, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mendadak heboh, Senin (2/10/2017).

Pasalnya, penampakan ular piton sepanjang enam meter yang perut membuncit usai menelan seekor kambing milik warga di desa itu.

Piton jenis Sanca Bodo ini diduga sudah sering memangsa ternak warga. Tak heran, beratnya diperkirakan mencapai sekira 50 kilogram (kg). Meski begitu, warga sepakat melepas piton ke hutan.

Informasi yang dihimpun, Senin (2/10/2017) pagi sekira pukul 09.00 WIB, Zuber Rambe (50) bersama warga Banjar Aur lainnya yang hendak ke kebun untuk pembersihan, dikagetkan sesosok ular piton yang tengah lemas usai menelan seekor hewan yang diduga kambing dewasa.

Ular itu berada di bantaran anak sungai di belakang bangunan pesantren Jabal Purba, Desa Banjar Aur. Berbekal peralatan kebun, berupa tali, parang dan karung, Zuber yang juga dikenal mahir dalam menaklukkan (pawang) ular ditemani warga lainnya bergegas cepat, lalu melumpuhkan kepala ular yang masih berproses mencerna makanan.

Dengan karung goni, mereka menutup kepala ular dan kemudian mengikatnya. Lalu mengangkat ke permukaan. Ular itu diduga telah menelan kambing dewasa milik Gembira Harahap yang hilang pada malam hari itu.

“Mau dijual tapi tidak mau orang sana, terlalu besar kata orang itu,” kata Faisal Hasibuan, warga yang juga merupakan tokoh pemuda di kecamatan itu seperti dilansir Metro Tabagsel (Jawa Pos Group) hari ini.

Selanjutnya, ular dilepas ke dalam hutan yang juga berdekatan dengan perkebunan di Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan. Alasan warga mengembalikan ular ke hutan adalah, karena takut akan memberatkan warga sekitar nantinya jika harus membunuhnya.

“Ada risih, kasihan juga. Jadi dilepaslah ke dalam hutan. Tapi sudah jauh dari lingkungan permukiman. Mudah-mudahan tidak mengganggu lagi,” ujar Faisal. (san/mtabag/jpg/nin)



loading...

Feeds