Curahan Hati Wijay, Eks Gelandang PSMS Usai Rumahnya Hangus Terbakar

Wijay, eks pemain PSMS menunjukkan rumahnya yang sudah hangus dilalap si jago merah di Jalan Taruma wilayah Kampung Kubur, Medan

Wijay, eks pemain PSMS menunjukkan rumahnya yang sudah hangus dilalap si jago merah di Jalan Taruma wilayah Kampung Kubur, Medan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kebakaran di pemukiman padat Jalan Taruna, kawasan Kampung Kubur, Selasa (4/10/2017) kemarin, masih menyisakan duka mendalam bagi korban. Satu diantaranya adalah Wijay, eks gelandang PSMS musim 2002-2003.

Rumahnya hanya tinggal dinding. Atap rumah bangunan dua lantai tersebut sudah ludes. Terutama lantai dua dan loteng rumahnya, yang selamat hanya lantai satu.

Dari semua harta benda yang hangus, yang disayangkannya adalah berbagai memori selama dia masih aktif bermain bola tak berbekas.

Baik itu foto juara bersama Sriwijaya FC, juga bersama PSMS saat juara Piala Kemerdekaan serta klub lain. “Medali-medali juara, baju-baju bola saya juga musnah terbakar. Padahal itu kenangan yang saya punya dan kumpulkan saat bermain bola,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Rabu (4/10/2017).

”Barang-barang saya dan keluarga ludes semua termasuk laptop, sepatu bola, sepatu joging tiga set, jaket traing, jersey bola saya, medali-medali dan lainnya sudah ludes. Tinggal yang saya pakai waktu latihan. Mungkin kerugiannya dari kebakaran ini sekitar Rp250 juta,” lanjutnya.

Pesepakbola kelahiran 29 Desember 1982 ini menceritakan apinya berasal dari atas sebelah rumahnya. “Jadi nyambarnya ke atas. Soalnya rumah di sini kan rapat-rapat sekali. Saya lagi latihan bersama PSAD waktu kebarakan itu. Mamak saya sendirian di rumah waktu itu. Dia juga tidak tahu tiba-tiba sudah api saja di atas,” ungkap pemain yang juga pernah berkostum Sriwijaya ini.

Pemain keturunan Tamil ini menjelaskan tak bisa berbuat banyak saat ini selain pasrah. ”Yang penting enggak ada korban jiwa. Namanya sudah musibah mau ngomong apa lagi ya. Ini mungkin akan saya perbaiki lagi pelan-pelan. Ini mau dipasang seng dulu biar ada atap di atas jadi bisa dipakai untuk istirahat seadanya,” beber pemain yang khas dengan kuncirnya ini.



loading...

Feeds