Penyebar Hoax Penyerangan Mapolda Sumut Disidang, Terancam Lima Tahun Penjara

Hari ini (3/10/2107), sidang perdana penyebar hoaks tentang kasus teroris yang menyerang Mapolda Sumut, beberapa waktu lalu digelar.

Hari ini (3/10/2107), sidang perdana penyebar hoaks tentang kasus teroris yang menyerang Mapolda Sumut, beberapa waktu lalu digelar.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Surya Hardyanto (32) warga Jalan Pertahanan Gang Teratai No 245 Desa Tadukan Raga Kecamatan STM Hilir Kabupaten Deliserdang, terlihat santai menjalani sidang perdana di Ruang Cakra I Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (4/10) sore.

Ia terancam 5 tahun penjara karena didakwa telah melakukan tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Marina Surbakti, pada tanggal 1 Juli 2017, polisi melakukan penyelidikan dan ditemukan adanya tindak pidana penyebaran berita bohong.

Kalimatnya, ‘sedikit informasi saja, kebetulan rumah orang tua saya tidak jauh dr mapolda sumut, sy dpt kabar bahwa peristiwa di mapolda itu karena masalah utang piutang dan pembunuh dan korban sama-sana non muslim,warga di sekitar mapolda saja heran, kenapa berita di tv jadi terkait masalah teroris,,waallahu a’lam’.

“Dari hasil penyidikan diketahui, pemilik akun Facebook bernama Surya Hardyanto dan alat yang digunakan yakni ponsel android merk Samsung Duos warna putih yaitu dengan komentar, pernyataan, postingan, atau pemberitaan yang tidak benar di media sosial,” ungkap JPU dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Selanjutnya, masih dalam dakwaan, yang dirugikan akibat pemberitaan tersebut adalah Polda Sumut dan Polri serta masyarakat luas yang membaca maupun menerima informasi tersebut. Sehingga, masyarakat banyak bertanya kepada saksi-saksi tentang kejadian sebenarnya yang terjadi pada tanggal 25 Juni 2017 jam 03.00 WIB.

Padahal, secara resmi Kapolda Sumut sudah menyampaikan press release di media massa sesuai dengan pembuktian. Dari hasil penyidikan, bahwa para tersangka pelaku penikaman terhadap anggota yang piket adalah kelompok teroris bukan masalah utang piutang.

“Perbuatan terdakwa Surya Hardianto diancam pidana dalam Pasal 48 ayat (2) UU RI No 19 tahun 2016 Tentang ITE dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” pungkas Marina dihadapan majelis hakim yang diketuai oleh Sri Wahyuni Batubara itu

Usai mendengarkan dakwaan, majelis hakim nenunda sidang hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. Saat diadili, terdakwa Surya yang mengenakan kacamata tanpa didampingi penasehat hukumnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds