Ternyata Ini Penyebab Terbesar Tingginya Inflasi di Medan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Laju inflasi di Kota Medan sebesar 1,08 persen yang merupakan tertinggi di Sumatera Utara pada periode September, ternyata kembali dipicu oleh kenaikan harga cabai.

Naiknya harga bumbu dapur ini, memberi andil hampir mencapai 65 persen dari komoditas lainnya.

“Kenaikan harga cabai penyumbang terbesar inflasi di Medan, yakni 28,83 persen (cabai merah) dan 35,94 persen (cabai rawit),” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Sumut Syech Suhaimi, Rabu (4/10/2017).

Diutarakannya, setelah kenaikan harga cabai pemicu tingkat inflasi di Medan adalah naiknya harga tomat buah di angka 17,09 persen, dan ikan tongkol 10,98 persen. Kemudian, dencis 4,03 persen, nasi dengan lauk 2,81 persen dan daging ayam ras 2,24 persen.

Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Arief Budi Santoso mengakui bahwa kenaikan harga cabai menjadi faktor dominan tingkat inflasi di Medan.

“Pendorong inflasi September 2017 dipengaruhi utamanya oleh kenaikan harga cabai merah. Kenaikan harga cabai ini terkait dengan terbatasnya pasokan,” tutur Arief.

Dia menyebutkan, dengan kondisi tersebut laju inflasi Sumatera Utara di bulan September tercatat cukup tinggi sebesar 0,99 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding pola historisnya 0,52 persen.



loading...

Feeds