Lagi-lagi, Elpiji 3 Kg Langka di Medan

Gas 3 Kg
foto : Dalil Harahap/batampos/jpg

Gas 3 Kg foto : Dalil Harahap/batampos/jpg

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Wacana pemerintah menerapkan kebijakan subsidi tepat sasaran pada gas elpiji ukuran 3 Kg hanya untuk warga miskin dan UKM, ternyata berdampak kelangkaan terhadap elpiji bersubsidi tersebut.

Kini, elpiji yang akrab disebut gas melon mulai langka di Kota Medan sekitarnya. Selain itu, harga jualnya juga mengalami kenaikan dari harga normal yang ditetapkan pemerintah.

Sulitnya memperoleh gas 3 kg ini diakui sejumlah masyarakat, salah satunya Imron (37) warga Jalan Sei Deli, Medan Barat. Kata dia, untuk mendapatkannya harus mencari ke pengecer atau agen yang berada di luar daerahnya.

“Agak susah memang belakangan ini dapatnya, enggak tahu penyebabnya apa. Tapi, kalau kita nyari keliling (ke pengecer atau agen) dapat juga sih,” ujarnya yang sehari-hari berjualan bakso keliling, Kamis (5/10/2017).

Diutarakannya, harga gas elpiji tersebut masih terbilang normal atau belum ada kenaikan. Kalau membeli di pengecer harganya sekira Rp18 ribu per tabung. Namun, harga ini jauh berbeda bila membeli di agen resmi atau pangkalan, Rp16 ribu per tabung.

“Kalau saya tidak setiap hari belinya, palingan dua atau tiga hari sekali. Karena susah didapat, makanya saya beli agak banyak untuk stok. Soalnya, selain untuk di rumah, saya pakai juga untuk jualan,” ucapnya.

Tak jauh beda dikatakan salah seorang pengecer gas elpiji, Wondo (43) warga Jalan Jamin Ginting Kecamatan Medan Johor. Kata Wondo, ketika stok gasnya habis, ia harus menunggu beberapa hari.

“Iya memang agak payah gas ukuran 3 Kg, enggak tahu kenapa kok bisa seperti itu. Kondisi ini terjadi sejak beberapa hari belakangan,” tutur Wondo.

Begitu juga dengan Samsudin, agen gas elpiji di Jalan Pintu Air/Sisingamangaraja Medan. Dia mengaku, kelangkaan gas 3 kg ini kira-kira sudah tiga minggu lalu.

Dikatakannya, kelangkaan ini memang biasa terjadi dan bukan kali ini saja. Namun demikian, saat ini kelangkaan yang diketahuinya dari Pertamina lantaran memasarkan Bright Gas 5,5 Kg.

“Kami dengar wacananya begitu, gas 3 kg akan diganti dengan 5,5 kg (bright gas). Nantinya, bagi masyarakat yang mampu diarahkan membeli bright gas bukan gas yang bersubsidi,” tutur Samsudin yang sudah menjadi agen gas selama tiga tahun terakhir.

Disebutkannya, masyarakat miskin atau kurang mampu yang membeli gas 3 kg nantinya menggunakan kartu miskin yang dikeluarkan pemerintah. Sedangkan masyarakat mampu tidak diperbolehkan lagi.

“Jadi, nantinya gas subsidi ini dapat sesuai sasaran untuk orang miskin atau tidak mampu. Maka dari itu, distribusinya mungkin akan tidak banyak jatah dari Pertamina untuk masyarakat,” cetus Samsudin.

Dia berharap kalau memang gas 3 kg itu hanya untuk orang miskin pemerintah segera mempercepat peraturannya, sehingga masyarakat tidak bingung.

“Gas 3 kg menggunakan sistem distribusi terbuka, siapa saja boleh membelinya. Akibatnya, banyak elpiji 3 kg yang dikonsumsi oleh orang-orang mampu, tidak tepat sasaran. Harusnya, subsidi elpiji hanya untuk masyarakat miskin dan UKM,” ujarnya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds