Menguak Perselingkuhan dengan Pelaku, Polisi Mencari HP Istri Korban

Polres Tapsel menunjukkan parang yang digunakan pelaku membantai pasangan suami istri di Tapsel.
foto : Metro Tabagsel/JPG

Polres Tapsel menunjukkan parang yang digunakan pelaku membantai pasangan suami istri di Tapsel. foto : Metro Tabagsel/JPG

POJOKSUMUT.com, TAPSEL-Benang kusut motif pembantaian sepasang suami istri hingga menewaskan Parlindungan Siregar di Sipirok, Tapanuli Selatan, belum juga terurai.

Pasalnya, meski pelaku Riski Herianto sudah mengakui bahwa pembunuhan ini dilatarbelakangi motif asmara dengan istri korban Hemly Dayanti Harahap (25), namun keterangan ini sudah dibantah Helmy Dayanti.

Makanya, untuk membuktikan semua ini polisi sedang mencari handphone (Hp) milik Helmy Dayanti sebagai petunjuk perselingkuhan itu benar atau tidak.

Namun, hingga saat ini Helmy Dayanti Harahap masih dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan dan tetap membantah isu perselingkuhan.

Hingga Kamis (5/10/2017), Satuan Reserse Kriminal masih mencari handphone Helmy. “Ini terlibat pembunuhan Pasal 338, 340 (Pembuhan dan Pembunuhan berencana),” kata Kasat Reskrim AKP Ismawansa SIK dalam konfrensi persnya di Mapolres Tapsel, Kamis (5/10/207).

Barangbukti yang diamankan polisi ada dua bilah parang. Salah satunya milik tersangka yang digunakan untuk membunuh korban dan telah dipersiapkannya sejak dari Kota Padangsidimpuan.

Selain itu, ada obeng untuk mencongkel rumah korban, pakaian dan sepasang sepatu milik pelaku yang bersimbah darah dan ditinggalkan di sekitar TKP.

“Istri korban dirawat di Adam Malik. Kemarin sudah kita periksa. Sementara pengakuan soal perselingkuhan itu belum ada dari korban,” kata Ismawansa.

Sementara masalah handphone dimunculkan sebagai barang bukti dalam kasus ini karena handphone tersebut diduga digunakan untuk hubungan komunikasi antara pelaku dan istri korban.

“Itu masih dalam penyelidikan kita. Ada beberapa barang bukti yang kita cari termasuk handphone. Motif perampokan belum. Barang berharga tidak ada yang hilang,” ungkap Kasat Reskrim menyahuti pertanyaan wartawan terkait bukti pesan singkat atau telepon, dalam hubungan komunikasi antara pelaku dengan istri almarhum.

Ismawansa menerangkan, polisi masih akan terus mencari beberapa alat bukti dan petunjuk dalam kasus ini.

Sementara itu, Ismawansa juga mengatakan pelaku mengaku pengguna Narkoba.

Bahkan sebelum pelaku membantai Pasutri itu, Riski lebih dulu menggunakan sabu.

“Sebelum melakukan pelaku juga lebih dulu menggunakan narkoba sabu, jadi memang kuat ada pengaruh narkoba yang membuat pelaku nekat,” tukasnya.

Sebelumnya, dari hasil keterangan Helmi Dayanti (25), korban yang ikut dibantai pelaku dan menewaskan suaminya Parlindungan Siregar pada kejadian pagi berdarah di Sipirok beberapa hari yang lalu, mengaku sama sekali tidak mengenal pelaku. (san/yza/mtabag/jpg/nin)



loading...

Feeds