Menko Kemaritiman Ajak Mahasiswa Unimed Bangun Masa Depan Negara

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan  saat memberikan kuliah umum di Unimed, Jumat (6/10/2017).
foto : fir/pojoksumut

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan kuliah umum di Unimed, Jumat (6/10/2017). foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa dan dosen Universitas Negeri Medan (Unimed), di auditorium kampus tersebut Jumat (6/10/2017).

Dalam kuliah umumnya, Luhut menyampaikan motivasi serta mengajak kepada mahasiswa untuk berperan dalam membangun negara ini menjadi lebih baik lagi ke depannya.

Dia pun berpesan, dalam mengeyam pendidikan tinggi bukan gelar yang terpenting tetapi pengetahuan yang didapat dan dikuasai. Dengan begitu, maka akan lahir generasi penerus yang memiliki daya saing.

“Berdasarkan forum ekonomi dunia, Indonesia akan menjadi negara yang masuk daftar empat atau lima besar dalam ekonomi dunia pada tahun 2030. Oleh sebab itu, maka peran generasi muda bangsa harus dimulai dari sekarang. Kalau tidak, maka cita-cita itu tak akan mungkin tercapai,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, Indonesia merupakan negara istimewa karena memiliki kekayaan alam yang melimpah dan keberagaman budaya. Oleh karenanya, tidak bisa dibandingkan dengan misalnya negara Singapura yang homogen.

Untuk itu, dalam membangun Indonesia harus memelihara keseimbangan dan memberikan contoh atau keteladanan.

“Negeri ini sebenarnya kaya, namun kita belum memanfaatkan dengan maksimal. Salah satu kekayaan yang dimiliki adalah sektor kelautan sebesar 79 persen, sedangkan sisanya 21 persen adalah daratan,” sebutnya.

Menurut dia, selama ini upaya peningkatan pembangunan selalu mengesampingkan sektor lautan. Padahal, sektor ini adalah paling banyak potensi yang dimiliki. Oleh sebab itu, konsep pembangunan di era pemerintahan saat ini dibalik dan mengutamakan potensi kelautan yang mencapai sebesar 1,3 trilun USD (Rp15.000 triliun) per tahun.

“Sejauh ini kita baru bisa mengambil potensi tersebut sekitar delapan persen. Jadi, potensi untuk memajukan negara ini masih sangat besar. Bayangkan saja apabila potensi itu bisa dimaksimalkan. Makanya, konsep sekarang dirubah karena negeri ini cukup kaya potensi yang dimiliki dari sektor kelautan,” tuturnya.



loading...

Feeds