Peringati Hari Kerja Layak Sedunia, Besok, Massa FSPMI Sumut Turun ke Jalan

Besok, massa FSPMI melakukan aksi untuk memperingati peringatan Hari Kerja Layak Internasional, 7 Oktober.

Besok, massa FSPMI melakukan aksi untuk memperingati peringatan Hari Kerja Layak Internasional, 7 Oktober.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Elemen buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Provinsi Sumatera Utara akan kembali aksi turun ke jalan.

Ini dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Kerja Layak Internasional yang jatuh pada tanggal 7 Oktober 2017 besok. Mereka akan menuntut perbaikan jaminan sosial dan tolak upah murah yang disingkat gerakan Jamsostum.

Ketua FSPMI Sumut, Willy Agus Utomo mengatakan, aksi itu juga akan digelar di sejumlah kota di Indonesia. Untuk di pusat, akan digelar di Istana Presiden di Jakarta.

“Di Medan tujuan aksi kita ke Kantor Gubernur dan tugu bundaran Jalan Gatot Subroto Medan,” kata Willy dalam siaran tertulisnya, Jumat (6/10/2017).

Willy menambahkan, aksi kali ini akan mengusung beberapa poin tuntutan secara nasional lainnya, yakni jaminan kesehatan gratis, kenaikan upah, tolak upah murah, tolak phk massal dan kritis kasus perburuhan di Sumut.

“Jaminan kesehatan akan terus menjadi persoalan karena anggaran negara untuk jaminan kesehatan masih minim. Rumah sakit swasta banyak yang tidak mau bekerja sama, banyak pasien yang terabaikan” ujarnya.

Sementara berkaitan dengan upah layak, Willy mengatakan negara negara di asia pasifik masih menerima upah murah dibandingkan kawasan lainya. Untuk itu FSPMI secara nasional akan mengkampayekan tuntutan kenaikan upah sekitar US$ 50 dolar untuk tahun 2018 mendatang.
“Khusus sumut, upah buruhnya lebih tidak layak lagi, sudah jauh tertinggal oleh daerah lain di Indonesia, untuk itu kita minta Gubsu menaikan upah buruh sumut minimal 750 ribu rupiah untuk tahun depan” tuntutnya.

Lebih lanjut, willy menyoroti kinerja pemerintah Sumut yang kondisi perburuhan di daerah ini makin parah saja.
“Maraknya PHK massal, dan kasus perburuhan tidak kunjung selesai menambah buruk kondisi ketenagakerjaan di Sumut, kita minta Gubsu peduli dan peka terhadap situasi buruh saat ini ” pungkasnya.
Sekretaris FSPMI Sumut, Tony Rickson Silahi menambahkan, dalam aksi nanti juga menuntut Gubsu menyelesaikan kasus perburuhan yang sudah bertahun tak kunjung selesai, di antaranya kasus buruh di PT Karya Delka Maritim, PT Daya Kimia Jaya Mandiri, Yayasan Kebidanan Darmo, PT Starindo Prima, PT Girvi Mas , PT Atmindo dan PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU).
“Khusus PT Perkebunan PSU, itu merupakan perusahaan milik Pemprovsu, harusnya Gubsu memberi contoh pada perusahaannya, bukan malah melakukan penindasan di sana. Kita minta Gubsu segara mencopot Direktur Utama PT PSU Darwin Nasution dari jabatanya” tegas Tony. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds