Spanyol Vs Albania : Optimisme di Tengah Kisruh Referendum Catalan

Gerard Pique dan Sergio Ramos mau tidak mau harus kompak demi kemenangan lawan Albania, dini nanti.
foto : Reuters

Gerard Pique dan Sergio Ramos mau tidak mau harus kompak demi kemenangan lawan Albania, dini nanti. foto : Reuters

POJOKSUMUT.com, SEJATINYA tak ada yang bisa meragukan Spanyol bisa meraih tiga angka lawan Albania dalam lanjutan matchday kesembilan Grup G kualifikasi Piala Dunia 2018, dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 01.30 WIB).

Ya, di atas kertas Spanyol diunggulkan bisa memukul Albania di Stadion Jose Rico Perez. Apalagi, dari catatan di antara enam pertemuan sebelumnya La Roja-julukan Spanyol-selalu menang atas Albania.

Namun, pertandingan kali ini tidak akan berlangsung mudah. Karena tantangan terbesar Spanyol jelang laga ini justru datang dari dalam tubuhnya sendiri. Isu referendum dari salah satu kawasan Spanyol, Catalan, ditambah drama Gerard Pique membuat situasi sedikit runyam.

Entrenador Spanyol Julen Lopetegui kepada Radio Marca kemarin (5/10/2017) mengatakan pembicaraan soal anak buahnya, Gerard Pique, sudah dalam level mengganggu. Sejak Senin (2/10/2017) lalu suporter berdatangan ke lokasi latihan Spanyol dengan spanduk yang bunyinya meminta bek Barcelona itu pergi dari tim.

“Kita harus membalik halaman soal isu Pique ini. Saya cuma mau berbicara soal sepak bola dan tim butuh berbicara soal sepak bola,” tutur Lopetegui.

Pria berusia 51 tahun itu berkata tantangan Spanyol datang dua kali lebih besar dari biasanya jelang lawan Albania ini. Selain mendinginkan ruang ganti pemain juga memberikan kepuasan kepada suporter berupa kemenangan.

Buat meredam konflik suporter, Raja Spanyol Felipe VI meminta semuanya tenang dan tetap bersatu. Raja Felipe VI juga meminta agar pemerintah lokal Catalan maupun warganya tidak mengganggu harmoni dengan membuat gerakan-gerakan yang merugikan Spanyol.

Pique memang sedikit drama usai memberikan suaranya dalam referendum Catalan Minggu (1/10) lalu. Bek berusia 30 tahun itu bahkan bersiap mundur dari timnas jika memang pilihannya memberikan suara untuk referendum itu mengganggu stabilitas tim.



loading...

Feeds