Alamak! Baru Selesai Dikerjakan, Bangunan Drainase Sudah Retak

Pekerja melakukan pengerjaan drainase di bagian lain, sementara yang baru siap sudah retak.
foto : Taufik/pojoksumut

Pekerja melakukan pengerjaan drainase di bagian lain, sementara yang baru siap sudah retak. foto : Taufik/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, TANJUNGBALAI-Pembangunan drainase di Jalan Umur Abbas 1, kelurahan Bunga Tanjung, Lingkungan VII, Kecamatan Datuk Bandar Timur, mendapat kritikan dari masyarakat.

Pasalnya, bangunan yang dikerjakan oleh CV HAFNA JAYA dengan anggaran APBD kota Tanjungbalai Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp119.210.000 terkesan asal jadi.

Ini setelah pengerjaan di bawah pengawasan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) itu sudah tampak retak padahal baru beberapa hari selesai dikerjakan.

Menurut Taufik, masyarakat lingkungan VII, Kelurahan Bunga Tanjung mengatakan dari tahap awal pembangunannya sudah terlihat kecurangan.

“Seperti tidak memakai lantai kerja pada pondasi, selain itu kayu cerocok yang dipakai panjang nya dari 60 cm sampai 80 cm. Itupun pemasangannya jauh-jauh jaraknya, bahkan ada pula yang tidak dipakai cerocok,” ujarnya.

“Lain lagi campuran adukan semen pasir yang tidak sesuai. Ada juga lebar pemasangan batu padasnya di bagian bawah pondasi 20 cm sama dengan yang atas,” lanjutnya.
“Anehnya lagi pada papan plang proyek Volume fisik bangunan Drainase tersebut 112,19 meter. Tetapi yang dilaksanakan pekerjaannya hanya sekitar 80 meter. Setelah selesai dikerjakan bangunan tersebut sudah retak, karena akibat asal jadi,” bebernya.

 

Dinding drainase yang retak.
foto : Taufik/Pojoksumut

Sementara itu, Ade Abustami lubis selaku praktisi hukum kota Tanjungbalai angkat bicara.

“Akan kita lakukan investigasi dan jika ditemukan kejanggalan yang tidak sesuai, maka akan kita laporkan kepada pihak aparat hukum,” jelasnya.

“Selanjutnya kita meminta pemerintah Kota Tanjungbalai lebih progresif dalam mengawasi pembangunan infrastruktur, jangan suka ada temuan masyarakat baru Pemko bekerja. Pemko Tanjungbalai harus ke lapangan,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Latipah Hanum, Kabid Permukiman dan PPTK enggan dikonfirmasi. “Saya lagi rapat, jumpa saja di kantor sama anggota saya Herman selaku pengawas di lapangan,” jawabnya via Whatsapp.

Sedangkan, Kepala Dinas Perkim Tanjungbalai, Yusmada belum bisa dikonfirmasi, pesan tidak dibalas dan telepon tidak diangkat. (CR-1/pojoksumut/nin)



loading...

Feeds