Ayo! Tiga Posisi Pimpinan di Medan Ini Lowong, Pemko Buka Lelang Jabatan

Sekda Medan
Syaiful Bahri

Sekda Medan Syaiful Bahri

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pemerintah Kota (Pemko) Medan kembali membuka lelang jabatan untuk mengisi tiga posisi pimpinan tinggi pratama yang kosong.

Untuk itu bagi Apartur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di wilayah Provinsi Sumatera Utara, lebih diutamakan bertugas di lingkungan Pemko Medan yang berminat mengikuti lelang jabatan ini.

Nantinya dengan melengkapi persyaratan yang telah ditetapkan, para pelamar akan menjalani rangkaian seleksi.

Sekda Kota Medan sekaligus Ketua Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Secara Terbuka Kota Medan H Syaiful Bahri Lubis, mengatakan seleksi terbuka yang dilakukan ini sesuai dengan Undang Undang No.5 /2014 tentang Apratur Sipil Negara dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Apratur Negara dan Reformasi Birokrasi No.13/2014 tentang Tata Cara pengisian Jabatan pimpinan Tinggi Secara Terbuka di Lingkungan Instansi pemerintah.

Dalam lelang jabatan yang kedua kalinya digelar Pemko Medan ini, Sekda menjelaskan tiga jabatan pimpinan tinggi pratama yang akan diisi yaitu Direktur RSUD dr Pirngadi Medan, Staf Ahli Wali Kota Medan Bidang Ekonomi, keuangan dan Pembangunan dan Staf Ahli Wali Kota Medan Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik.

Menurut Sekda, ada tiga tahapan seleksi yang akan dilakukan dalam seleksi tersebut. Selain seleksi administrasi, juga test assessment, presentasi dan wawancara. “Untuk itulah kami mengundang ASN yang memenuhi persayatan segera mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi tersebut,” kata Sekda didampingi Kabag Humasy Ridho Nasution, Selasa (10/10/2017) di Balai Kota.

Selanjutnya mantan Kepala Bappeda Kota Medan itu memaparkan secara rinci persyaratan yang harus dipenuhi. Selain memiliki pangkat/golongan ruang serendah-rendahnya Pembina (IV/a), juga harus berpendidikan minimal sarjana (S1) atau sederajat. Kemudian, memiliki pengalaman 2 tahun dalam jabatan Eselon III.

Bagi pelamar dari luar lingkungan Pemko Medan, Sekda mengatakan harus dan wajib melampirkan persetujuan pimpinan. Lalu berusia maksimal 56 bagi Eselon III atau 58 tahun bagi pelamar yang sudah pernah atau sedang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama (Eselon II) pada saat pelantikan dan melampirkan penilaian prestasi kerja bernilai baik 2 tahun terakhir.

Bagi yang ingin mendaftar harus kompetensi sesuai dengan jabatan yang dilamar, sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter dari Unit Pelayanan Kesehatan Pemerintah (bukan Puskesmas), tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin atau tidak pernah dalam proses pemeriksaan pelanggaran disiplin berdasarkan Peraturan Pemerintah No.53/2010.

“Di samping itu para pelamar juga tidak mengkonsumsi narkotika dan obat-obat terlarang yang dibuktikan dengan surat pernyataan,” tegas Sekda.



loading...

Feeds