Satu Sindikat SIM Palsu Ditembak Polisi di Kawasan Simpang Melati

Tersangka memakai tongkat usai ditembak karena melawan polisi.

Tersangka memakai tongkat usai ditembak karena melawan polisi.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Direktorat Reskrimum Polda Sumut terus mengembangkan kasus SIM palsu. Setelah mengamankan tiga tersangka utama (Herman Pohan, Irwansyah, Ridha Fahmi) dan tiga orang pengepul atau pengumpul SIM bekas, kini polisi menangkap seorang sindikat lagi.

Dia adalah FF (32) alias Ibet, yang terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan dan melarikan diri.

“Ibeth ini berperan mengantarkan SIM palsu yang sudah selesai dibuat ke para pemesannya,” ungkap Direktur Reskrimum Polda Sumut Kombes Andi Rian melalui Wakil Direktur Reskrimum AKBP Maruli Siahaan, Selasa (10/10/2017).

Diutarakan Maruli, pihaknya terpaksa menembak Ibeth pada bagian kaki kanannya karena berupaya kabur saat akan dibekuk dari kawasan Simpang Melati Medan.

“Dengan ditangkapnya Ibeth, jadi sudah empat orang yang kita amankan. Satu terpaksa ditembak pada bagian kakinya,” jelas mantan Kasat Reskrim Polrestabes Medan ini.

Maruli menyebutkan, kasus ini masih terus dikembangkan, terutama mencari seorang pelaku lainnya yang sedang diburon bernama Hendro.

“Kami himbau kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri. Sebab, jika tidak kami akan mengambil tindakan tegas,” cetus Maruli.

Sementara, tersangka Ibeth mengakui perbuatannya. Kata dia, dalam sehari mendapat upah Rp50 ribu untuk mengantarkan SIM dan menjemput berkas tersebut. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds