Ceramah di YPSA, Wasekjen MUI Ingatkan NKRI Tak Bisa Lepas dari Jasa Para Ulama

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat K H Tengku Zulkarnain saat memberikan tausiah di YPSA.

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat K H Tengku Zulkarnain saat memberikan tausiah di YPSA.

 
POJOKSUMUT.com, MEDAN-Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat K H Tengku Zulkarnain memberikan tausiah di hadapan seluruh jamaah Pengajian Akbar YPSA di Masjid Shafiyyatul Amaliyyah, Sabtu (7/10/2017).

“Jaga persatuan dan kesatuan, jangan sesama kita bertikai. Baik buruknya Indonesia ini adalah tanah air kita, tidak boleh sejengkalpun dapat diambil bangsa lain,” tegasnya.

“Kemarin TNI baru saja merayakan hari jadinya yang ke 72, mari kita doakan agar TNI semakin jaya dan tetap istiqomah membela tanah air dan keutuhan bangsa ini. Umat Islam siap bersama TNI menjaga NKRI,” ungkapnya.

Ustad yang pernah tinggal di Arab, berdakwah di India, dan Bangladesh ini mengatakan bahwa Pancasila dan NKRI sudah final dan harga mati. Pancasila dan NKRI tidak lepas dari jasa para ulama-ulama terdahulu. “Mereka punya andil besar dalam berdirinya dan utuhnya bangsa ini,” jelasnya.

 

Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (Wasekjen MUI) Pusat K H Tengku Zulkarnain berfoto bersama usai kegiatan di YSPA.

K H Tengku mengingatkan bahwa jubah atau gamis yang selama ini dipakai ulama adalah bukan ke arab-araban. Jubah atau gamis ini adalah pakaian nasional.

“Ini bukan ke arab-araban, ini nasional,” tegas KH Tengku Zulkarnain.

Selain itu KH Tengku juga memberikan bukti bahwa jubah atau gamis bukan ke arab-araban dengan menyebutkan satu persatu pahlawan-pahlawan Nasional yang ternyata menggunakan jubah atau gamis.

“Buktinya kita lihat fotonya, Pangeran Diponegoro seperti ini, pahlawan nasional, bukan pahlawan arab. Begitu juga pakaian Tuanku Imam Bonjol, pakaian KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan. “Dan mereka semua adalah pahlawan nasional,” bebernya.

Azhar Fauzi, selaku ketua panitia pengajian akbar mengatakan pengajian akbar kali ini bertemakan ‘Sejarah dan Perkembangan Islam dari Masa ke Masa’.

“Pengajian ini akan terus dilaksanakan setiap bulan dan bulan depan akan mendatangkan Romo Raden Muhammad Syafi’i,” ujarnya.

“Bapak dan Ibu yang tidak sempat hadir, Pengajian Akbar YPSA dapat disaksikan secara langsung (LIVE STREAMING) melalui saluran Youtube di gadget,” tambah Fauzi.



loading...

Feeds