Kisah Memalukan The Next Habibie, Kedoknya Terbongkar, Akui Semua Kebohongannya

Dwi Hartanto (kiri) bersama BJ Habibie dalam sebuah kesempatan di Den Haag, Belanda

Dwi Hartanto (kiri) bersama BJ Habibie dalam sebuah kesempatan di Den Haag, Belanda

POJOKSUMUT.com, BELAKANGAN ini nama Dwi Hartanto wara wiri di media sosial. Ini terkait terungkapnya fakta mengejutkan dari pria yang dijuluki The Next Habibie tersebut.

Jika dulu dia mencuat lantaran punya sederet prestasi di bidang antariksa hingga mendapat julukan The Next Habibie kembali jadi perbincangan. Namun, kali ini bukan karena prestasinya, melainkan kebohongan besar yang dia lakukan.

Dalam pernyataan tertulis yang dirilis 7 Oktober lalu, dia mengakui hampir seluruh informasi yang beredar selama ini adalah kebohongan. Termasuk bahwa dia adalah kandidat profesor. “Saya sekarang berstatus mahasiswa S3 di Departemen Sistem Intelejen di TU Delft Belanda,” terangnya.

Terkait rekam jejak studinya, dia juga mengakui informasi yang disampaikan bahwa dia lulus dari S1 Tokyo Institute of Technology di Jepang tidak benar. Dia adalah lulusan S1 Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Jogjakarta. Setelah itu, Dwi melanjutkan S2 dan S3 di TU Delft Belanda. Program S2 Dwi merupakan beasiswa dari Kementerian Kominfo.

Pria 35 tahun itu juga menyatakan bahwa tidak benar mengikuti riset rancang bangun proyek dirgantara militer pemerintah Belanda. Yang dia lakukan ada proyek roket amatir mahasiswa. Dwi juga memanipulasi informasi bahwa telah memenangkan kompetisi riset teknologi antar space agency dunia pada 2016 lalu.

Dia mengaku telah mengubah dan mendesain ulang plakat penghargaan. Kemudian plakat editannya itu dia sebar ke mana-mana melalui media sosial. Sampai akhirnya menghebohkan tanah air. ”Informasi saya masuk tim riset pengembangan pesawat tempur EuroThypoon menjadi EuroThypoon NG (New Generation) di Airbus tidak benar,” tutur dia.

Informasi soal pertemuannya dengan BJ Habibie juga dibumbui kebohongan. Pertemuan dengan Habibie memang benar terjadi dan ada foto dokumentasinya. Namun pertemuan itu atas permintaan Dwi melalui perwakilan Indonesia di Den Haag, Belanda. Bukan seperti yang dia katakan, bahwa tiba-tiba ajudan Habibie meneleponnya untuk bertemu.



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …