Kasus Dugaan Bunuh Diri Bripda Azan Fikri, Penyidikan Diambil Alih Propam Polda

 Bripda Azan Fikri yang diduga bunuh diri dengan pistol dinas.

Bripda Azan Fikri yang diduga bunuh diri dengan pistol dinas.

POJOKSUMUT.com, PALEMBANG-Bid Propam Polda Sumatera Selatan mengambil alih kasus dugaan bunuh diri Bripda Azan Fikri, anggota Unit Reskrim Polsek Sungai Lilin dengan senpinya sendiri.

Saat ini, penyidikan masih dilakukan. Kabid Propam Polda Sumsel, Kombes Pol Zulkarnain, menegaskan itu ketika dibincangi usai salat Asar di Masjid Assaadah Mapolda Sumsel, kemarin. “Akan dipastikan, apakah murni bunuh diri atau dibunuh,” ujarnya, kemarin (10/10/2017) seperti dilansir Sumatera Ekspress (Jawa Pos Group) hari ini.

Soal pemberian senpi kepada anggota, ia memastikan ada rangkaian tes yang harus diikuti sebelum dipercaya memegang senpi. Mulai dari tes psikologi, kesehatan, dan lainnya. Track record anggota yang mengajukan izin memegang senpi juga jadi bahan yang dites.

Bila tidak lulus tes, anggota tidak akan diberikan izin untuk memegang senpi. “Berdasarkan peraturan, anggota diperbolehkan mengajukan izin memegang senpi berdasarkan lama tugasnya,” jelasnya.

Paling tidak, berpangkat briptu. Bagi pemegang senpi juga dilakukan pemeriksaan dan tes berkala setiap tahunnya. Bila salah satu tes tidak lulus, maka anggota tersebut tidak boleh pegang senpi. “Kalau dia sudah pegang senpi, maka senjatanya akan ditarik,” ungkap Zulkarnain.

Pihak Propam Polda Sumsel, masih meminta keterangan dari Polsek Sungai Lilin Muba terkait izin pemegangan senpi bagi Bripda Azan Fikri. Termasuk bagaimana, proses pemberian izin pemegangan senpi yang diberikan kepada Bripda Azan Fikri.

“Sekarang masih proses, jadi belum bisa dipastikan. Tapi, senpi yang dipegang Bripda Azan Fikri memang senpi dinas,” pungkasnya. Sementara itu, dokter forensik RS Bhayangkara Palembang, dr Mansuri SpF, mengatakan, tidak bisa menyampaikan hasil visum pihaknya tidak menemukan butiran peluru bekasan tembakan di kepala jenazah.

“Pelurunya tembus dari kepala bagian kanan ke sisi kiri,” katanya. Mengenai luka lain, dia menegaskan tidak ada.

“Hanya ada luka di bagian kepala dan hanya visum luar,” ujarnya. Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem SIK melalui Kasubbag Humas AKP Ery Yusdi kemungkinan besar kasus ini akan diambil alih oleh Propam Polda Sumsel, karena ini menyangkut oknum anggota polisi. “Propam yang akan memeriksa dan menangani kasus ini,” tuturnya.

Kapolsek Sungai Lilin AKP Ardeva Lumy mengatakan bahwa selama bertugas, almarhum Bripda Azan memiliki loyalitas dan dedikasi tinggi. Kepergiannya membawa duka bagi rekan-rekan kerja korban. “Kinerjanya tidak diragukan. Almarhum punya dedikasi yang baik dan loyalitas tinggi untuk institusi. Terutama dalam bidang opsnal,” jelasnya.

Para pejabat Polres Muba enggan berkomentar terkait bunuh diri yang dilakukan almarhum. “Tanya saja ke Kapolres Banyuasin, kejadiannya di Kabupaten Banyuasin,” kata AKBP Rahmat Hakim SIK, Kapolres Muba.

Mengenai penggunaan senpi, memang sudah sepatutnya perlu dilakukan pengetatan izin kepemilikan senpi bagi polisi. “Polisi yang diberikan bekal senpi haruslah lulus tes psikologi, kesehatan serta kejiwaan,” kata Kompol Dodi Indra Eka Putra SIK MH, Wakapolres Muba.



loading...

Feeds