Penting! per 31 Oktober Semua SIM Card Harus Teregistrasi dengan NIK

ilustrasi 
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, PARA pengguna handphone di Indonesia diwajibkan  dengan peraturan baru.

Ini sehubungan dengan per 31 Oktober nanti, semua kartu sub­scriber identification module (SIM card) harus teregistrasi dengan nomor induk kependudukan (NIK) dan kartu keluarga (KK).

Jika sampai batas waktu yang ditentukan tidak melakukan registrasi, nomor telepon seluler (ponsel) tidak bisa digunakan lagi.

Aturan baru tersebut diumumkan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) kemarin (11/10/2017). Per 31 Oktober nanti, semua nomor baru bisa digunakan jika telah melakukan registrasi. Nomor lama pun diminta registrasi. Diberi tenggat sampai 28 Februari. Jika sampai deadline itu tidak melakukan pendaftaran, nomor akan diblokir.

“Dengan ketentuan ini, semua nomor akan diketahui identitas pelanggannya. Itu sangat penting untuk mencegah penyalahgunaan nomor,” kata Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Noor Iza kemarin (11/10/2017).

Sasaran utama kebijakan tersebut adalah pelanggan prabayar. Sebab, seluruh pelanggan pascabayar sudah teregistrasi. Kebijakan tersebut juga mendukung program national single identity.

Proses registrasi tidak sulit. Caranya, kirim SMS ke 4444 dengan format NIK#NomorKK#, sedangkan pelanggan lama menggunakan format ULANG# NIK# NomorKK#. Registrasi dinyatakan berhasil apabila data yang dimasukkan calon pelanggan baru dan pelanggan lama prabayar tervalidasi.

Iza menjelaskan, satu NIK bisa digunakan untuk registrasi beberapa nomor SIM card. Artinya, pelanggan yang suka gonta-ganti SIM card tetap bisa melakukannya. Beberapa operator seluler di Indonesia memang menawarkan promo untuk pelanggan baru. Hal itu mengakibatkan banyak SIM card yang tidak dipakai lagi ketika promo sudah habis. Biasanya promo untuk pelanggan baru itu berupa paket data murah.

Untuk registrasi mandiri melalui SMS, satu NIK maksimal bisa mendaftarkan tiga nomor SIM card satu operator. “Untuk nomor SIM card berikutnya, bisa dilakukan ke counter atau gerai operator,” terang Iza.

Dia memastikan, semua yang telah memiliki NIK bisa melakukan registrasi. Tidak ada batasan usia. Anak-anak di bawah 17 tahun yang belum memiliki KTP pun bisa melakukan registrasi sendiri dengan NIK di kartu identitas anak (KIA) dan KK. “Bisa seperti itu karena kan sudah memiliki NIK dan KK,” ucapnya.

Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) I Ketut Prihadi Kresna menam­bahkan, ketentuan itu diterapkan karena validasi yang berjalan selama ini masih sangat minim. “Orang hanya mendaftarkan nama, alamat, dan pekerjaan tanpa kita tahu itu data benar apa tidak. Dengan sistem baru ini, data yang didaftarkan akan dikroscek di dukcapil. Semuanya real time. Jadi, prosesnya juga cepat,” jelasnya.



loading...

Feeds