Warga Kampung Tidak Ada yang Hilang, Jadi Tengkorak Siapakah Ini?

Personel kepolisian memeriksa keberadaan tengkorak yang menghebohkan warga Desa Lumban Garaga, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara (Taput).
foto : New Tapanuli/JPG

Personel kepolisian memeriksa keberadaan tengkorak yang menghebohkan warga Desa Lumban Garaga, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara (Taput). foto : New Tapanuli/JPG

POJOKSUMUT.com, TAPUT-Penemuan potongan tengkorak yang diyakini berasal dari manusia menghebohkan warga Desa Lumban Garaga, Kecamatan Pahae Julu, Tapanuli Utara (Taput), kemarin (11/10/2017).

Tengkorak tersebut diketahui berada di jurang yang kedalamannya sekira 4 meter di pinggir Jalinsum Lumban Garaga, Pahae Julu.

Awal penemuan potongan tengkorak itu ketika salah seorang warga, Nai Merta boru Panggabean, pergi ke sawahnya untuk bekerja. Lalu dia melihat di dekat sawah ada potongan-potongan tengkorak yang sudah berserakan.

Setelah ditemukan, dia langsung memberitahukan kepada warga setempat dan Kepala Desa Lumban Garaga. Kemudian, kepala desa melaporkan ke Polsek Pahae Julu dan kapolsek meluncur ke lokasi penemuan tengkorak itu.

Sesampainya di lokasi, Kapolsek menghubungi Inafis Polres Taput untuk melakukan olah TKP. Kepada wartawan, Kapolres Taput AKBP Jonius Taripar Hutabarat melalui Kasubag Humas Aiptu W Baringbing mengatakan bahwa tim Inafis masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan tengkorak-tengkorak tersebut, karena di tempat kejadian tengkorak tersebut telah terpisah-pisah.

Dan untuk memastikan apakah itu tengkorak manusia atau tidak, pihaknya akan membawanya ke Laboratorium Forensik Polda Sumut sembari personel melakukan penyelidikan apakah ada warga yang kehilangan keluarga.

“Bila ada (kehilangan keluarga), agar dilaporkan ke pihak kepolisian,” ujar Baringbing.

Amatan New tapanuli, potongan tengkorak tersebut persis seperti tengkorak manusia, dimana ada yang bentuk kepala, kaki, tangan dan rusuk.

Sementara, sejumlah warga yang berkerumun di lokasi penemuan saat ditanyai mengaku tak ada yang kehilangan keluarga. Dan, sepengetahuan mereka, di kampung itu juga tidak ada warga yang kehilangan keluarga.

Warga menduga bahwa jika memang itu adalah tengkorak manusia, bukan merupakan warga desa mereka. “Namanya warga di kampung, pasti kita tau satu sama lain. Sepengetahuan kita, di kampung ini tak ada yang kehilangan keluarga. Mungkin korban itu dari luar kampung ini yang dibuang ke sini,” ujar salah seorang warga bermarga Manalu. (as/ara/JPG/nin)



loading...

Feeds