Dari Seluruh Tol Trans Sumatera, Jalan Tol Medan-Binjai Paling Sulit Dikerjakan

Peta Jalan Tol Medan-Binjai. | nina/pojoksumut

Peta Jalan Tol Medan-Binjai. | nina/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, DELISERDANG-Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi mengatakan proses Jalan Tol Medan-Binjai ditarget selesai Oktober 2018.

Namun, dia mengakui proses pengerjaan Jalan Tol Medan-Binjai paling sulit secara sosial dibanding kawasan lain di Tol Trans Sumatera.

Kesulitan tersebut, lanjut Arie pada proses ganti rugi. “Kami ganti rugi sama siapa. Pemilik lahan, atau yang sudah bertahun-tahun tinggal di situ,” ungkapnya.

Pihaknya sendiri menyebutkan proses pembebasan lahan dan ganti rugi harus diselesaikan bulan depan.

Sore ini, Tol Medan-Binjai seluas 16,7 KM akan yang diresmikan adalah pada seksi Helvetia-Semayang-Binjai.

“Tol Medan-Binjai susah sosial dibanding yang lain. Karena lahannya banyak dikuasai oleh yang bukan pemilik lahan sendiri dan menempati lahan cukup lama. Ini tantangan tersendiri bagi kami,” ujarnya di sela-sela jelang peresmian dua tol di Sumut, Jumat (13/10/2017) siang.

Selanjutnya, wilayah lain yang sulit adalah Tol Palembang-Indralaya.

“Sulit secara teknik. Karena lahan gambut. Begitu juga di Pekanbaru-Dumai,” lanjutnya.

Beruntung, kata Arie, pemerintah sudah mengeluarkan peta gempa di Indonesia, yang akan menjadi rujukan dalam pengerjaan tol.

Sekadar memberitahu, Jalan Tol Trans Sumatera adalah jaringan jalan tol sepanjang 2.818 km di Indonesia, yang direncanakan menghubungkan kota-kota di pulau Sumatera, dari Lampung hingga Aceh.
(nin/pojoksumut/sdf)



loading...

Feeds