Tarif Tol Kualanamu-Sei Rampah Diterapkan Mulai 19 Oktober, Segini Harganya

Presiden Jokowi melintasi Jalan Tol Kualanamu-Tebingtinggi, Ruas Kualanamu-Sei Rampah usai diresmikan, Jumat (13/10/2017).
foto : nin/pojoksumut

Presiden Jokowi melintasi Jalan Tol Kualanamu-Tebingtinggi, Ruas Kualanamu-Sei Rampah usai diresmikan, Jumat (13/10/2017). foto : nin/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, DELISERDANG-Tol Medan-Kualanamu-Tebingtinggi ruas Kualanamu-Sei Rampah telah diresmikan Presiden Joko Widodo, Jumat (13/10/2017).

Mulai hari ini, Jalan Tol Ruas Kualanamu-Sei Rampah sudah bisa dilalui. Masyarakat diperbolehkan melintas tanpa membayar alias gratis selama seminggu ke depan dalam masa uji coba.

Namun, mulai 19 Oktober 2017 akan ada tarif yang diberlakukan..

Ini setelah pemerintah menetapkan tarif jalan tol ruas Kualanamu-Sei Rampah ini sebesar Rp981 per kilometer.

“Sesuai Keputusan Menteri (Kepmen), tujuh hari setelah penetapan tarif itu kan harus dilakukan sosialisasi dulu. Jadi hari ke 8 sudah bisa dikenakan. Perkiraan berarti tanggal 19 Oktober dikenakan tarif,” kata Agus Setiawan, Corporate Secretari Jasa Marga di sela-selaa peresmian, kemarin, Jumat (13/10/2017).

Agus menuturkan, Kepmen tarif tol tersebut ditetapkan pada 12 Oktober lalu untuk jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (MKTT). Nantinya masyarakat dapat membayar sesuai jarak yang ia tempuh.

“Jadi bergantung dari jarak yang ditempuh. Kalau lebih dekat sekian kilo dikalikan per kilonya. Kalau jarak terjauh itu dari ujung ke ujung, dari Kualanmu sampai Sei Rampah ya dikalikan saja 42 km sekitar Rp41 ribu,” ungkapnya.

Agus menjelaskan, penentuan tarif ditetapkan dari rencana bisnis awal saat tol akan dibangun.

“Jasa Marga Kualanamu kan mendapatkan konsesi dari Pemerintah. Dari konsesi itu mengikat perjanjian dengan pemerintah yang didalamnya ada rencana bisnis. Jadi direncana bisnisnya itu ditetapkan tarif untuk operasi,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Tol MKTT sepanjang 61,7 KM, namun baru 42 KM yang dilintasi. Sisanya, akan diselesaikan dan ditarget bisa dioperasikan tahun 2018 mendatang. Tol ini merupakan yang terpanjang yang ada di luar Pulau Jawa. (nin/pojoksumut)



loading...

Feeds