Tingkatkan Minat Baca Siswa SD, Unimed Beri Pelatihan dan Bimbingan kepada Guru

Foto : fir/pojoksumut

Foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Negeri Medan (Unimed) memberi pelatihan dan bimbingan kepada sejumlah guru sekolah dasar (SD) negeri dan swasta.

Pelatihan dan bimbingan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa tingkat dasar tersebut.

Kegiatan ini dilakukan terhadap dua sekolah binaan yaitu SDN 066055 dan SDS Ulul Ilmi Medan baru-baru ini.

Ketua Tim LPM Unimed, Dr Arnita Msi mengungkapkan, menurut survei yang pernah dilakukan tahun 2013-2014 pada 4.800 siswa kelas 2 SD di 400 SD dan MI, kemampuan membaca sekaligus memahami apa yang dibaca siswa di Indonesia masih sangat rendah. Bahkan masih dijumpai anak-anak lulusan SD yang belum mampu membaca dengan baik. Kenyataan ini juga berlaku di Medan.

“Membaca merupakan salah satu kegiatan penting dalam kehidupan masyarakat modern. Dengan membaca akan diperoleh berbagai informasi baru. Kemampuan membaca adalah kemampuan untuk mengucapkan kata-kata dari tulisan dan memahami arti kata-kata tersebut sebagaimana yang dimaksud oleh penulisnya. Kemampuan membaca harus dipelajari melalui serangkaian proses yang cukup panjang, agar kemampuannya meningkat maka jalan yang harus ditempuh adalah dengan meningkatkan jumlah penguasaan kosakata, mengubah sikap terhadap membaca menjadi lebih positif, dan meningkatkan minat baca,” ungkap Arnita yang didampingi anggota tim LPM Unimed, Rosmaini dan Yulita Molliq Rangkuti, Senin (16/10/2017).

Diutarakannya, hampir 70 persen siswa kelas satu dan dua di sekolah tersebut yang menjadi objek kemampuan membacanya rendah. Dan, lebih dari 50 persen siswa kelas tiga keterampilan membaca khususnya pemahaman juga masih rendah. Dengan kata lain, kurang dari 20 persen siswa kelas memiliki kemampuan dan keterampilan membaca yang masih rendah.

“Pada sekolah-sekolah negeri, beberapa guru pernah mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran. Namun, sosialisasi dan aplikasi pengetahuan yangg diperoleh tidak pernah dilakukan. Bahkan beberapa sumbangan baik media maupun buku jarang digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah dengan alasan kurangnya pendampingan. Sedangkan sekolah-sekolah yang relatif baru, umumnya usia guru masih relatif muda. Pengalaman guru-guru dalam kegiatan peningkatan kualitas pembelajaran juga masih kurang. Meski secara umum, sekolah sudah menerapkan metode pembelajaran inovasi, namun dalam pembelajaran membaca metode konvensional yang masih digunakan,” papar Arnita.

Oleh sebab itu, sebut dia, solusi bijak yang ditawarkan adalah melakukan kegiatan pelatihan dan pembimbingan guru-guru untuk dapat membimbing serta mengajari siswa membaca dengan metode membaca berimbang.



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …