Pulang dari Jakarta, Nenek 73 Tahun Ini Dijambret, Uang dan Harta Senilai Rp250 Juta Lenyap

Timoria Panjaitan  (kanan) saat menceritakan penjambretan yang dialaminya.
foto : Gideon/metro siantar/JPG

Timoria Panjaitan (kanan) saat menceritakan penjambretan yang dialaminya. foto : Gideon/metro siantar/JPG

POJOKSUMUT.com, SIANTAR-Nahas sekali Timoria Panjaitan warga Jalan SKI, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan. Pasalnya, baru pulang dari Jakarta, Kamis (12/10/2017) malam, dia malah dijambret di seputaran Jalan Sudirman, Kecamatan Siantar Barat.

Nenek 73 tahun ini kehilangan sejumlah uang dan harta berharga senilai Rp250 juta. Korban didampingi mantan anak didiknya hingga ke halte taksi di Jalan Sutomo. Saat korban sedang menumpang becak bermotor dan tas berisi uang dan berang berharganya disandang di lengan tangan, tiba-tiba seseorang menarik tasnya dan melarikan diri dalam cuaca hujan sedang turun.

“Uang di dalam tas Rp8 juta lebih, posisi uang di dalam dompet, dompet itu di dalam tas. Total kerugian Rp250 jutaan lah kutaksir, termasuk barang dan surat berharga,”ujar korban didampingi anaknya L Sitorus saat ditemui di kediamannya, Senin (16/10/2017).

Korban yang masih trauma atas kejadian tersebut, mengatakan selain uang tunai senilai Rp8 juta, di dalam atas ada dua unit hanphone yakni merk Samsung dan Nokia, dompet kecil warna merah berisi kalung emas 15 mayam, gelang 20 mayam, cincin emas 4 mayam, cincin 1 set dengan kerabu bros, 1 set mainan kalung, cincin motif berlian, dan gelang 3 buah.

Diceritakan pensiunan guru ini, sesaat setelah turun dari taksi dari bandara Kualanamu, dirinya dan mantan anak didiknya berpisah di loket taksi jalan Sutomo. Dirinya memilih menumpang becak ke rumah karena ada beberapa barang bawaannya. Namun tiba-tiba becak yang ditumpanginya dipepet satu unit sepeda motor di Jalan Sudirman, Kelurahan Teladan.

Dan tas yang berada ditangannya dirampas pengendara sepeda motor. Dia pun berteriak, namun teriakan itu tidak membuahkan hasil. Sebab saat itu, suasana sedang sepi dan hujan turun. Begitupun supir becak mencoba mengejar, namun tidak berhasil.

Sesampai tiba di kediamannya yang sudah dua tahun tidak dihuni tersebut, korban menangis histeris. Anak korban L Sitorus pun menyarankan agar mereka melporkan kejadian itu ke Mapolres Siantar.

Bersama bapak penarik becak itu, mereka membuat laporan ke SPKT Polres Siantar. Mereka diperiksa selama 4 jam lebih.

Keesokan harinya, salah seorang warga yang tinggal di Jalan Sipiso-piso, Kecamatan Siantar Selatan, menemukan tas milik korban di dekat rumahnya. Namun seluruh barang barang korban sudah dengan posisi berserakan.

Sementara uang dan barang berharga miliknya sudah tidak ada di dalam tas. Warga tersebut kemudian melihat satu persatu barang itu. Dia kemudian melihat Kartu Tanda Penduduk (KTP) korban yang ternyata dia kenali. Dia pun langsung menghubungi korban dan mengembalikan tas tersebut.

“Ada ibu yang menemukan tas itu besok siangnya. Di dalam tas itu semua barang-barangku. Di semak-semak katanya dapatnya tas ku,”kata Timoria Panjaitan.

Tas itu pun dibawa ke Mapolres Siantar untuk dijadikan barang bukti.

Kasag Reskrim Polres Siantar AKP Restuadi melalui KBO Iptu Junjungan Simanjuntak mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan dan berusaha menangkap pelaku. (cr-05/esa/ms)



loading...

Feeds