Tingkatkan Jumlah Penelitian, USU Beri Pelatihan Dosen

foto : fir/pojoksumut

foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Universitas Sumatera Utara (USU) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikannya guna meraih akreditasi institusi yang unggul atau A. Salah satu upaya itu, dengan memberi pelatihan kepada para dosen agar jumlah penelitian yang dilakukan semakin meningkat.

Pelatihan diberikan kepada 40 dosen dari berbagai fakultas di lingkungan USU, yang digelar di Hotel Aston Medan, selama tiga hari (17-20/2107). Dalam pelatihan itu, menghadirkan Sekretaris Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan dan Pusat Pendidikan Kemenristekdikti Ir Prakoso MM.

Wakil Rektor III USU Mahyuddin mengatakan, dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah penelitian dosen USU. Termasuk juga, keluaran atau output-nya yaitu publikasi ilmiah, HAKI hingga PATEN.

“Materi dalam pelatihan yang diberikan lebih kepada bagaimana cara menilai proposal penelitian, baik itu tentang anggaran, pertanggungjawaban, standarisasi, mutu dan lainnya. Selain itu, menganalisa bagaimana agar tidak terjadi kegiatan pengulangan penelitian apalagi menjiplak,” ungkap Mahyuddin, Selasa (17/10).

Diutarakan dia, saat ini USU secara khusus masih membutuhkan penanganan atau pendampingan dari Kemenristekdikti. Sebab, sejauh ini akreditasi institusi USU bernilai B.

“Semakin banyak jumlah dosen kita yang mengetahui seluk beluk tentang bagaimana melakukan penelitian, tentu diharapkan dapat mendongkrak akreditasi dari B menjadi A. Sebab, penelitian atau riset memberikan sumbangsih penilaian untuk akreditasi cukup sebesar sekitar 30 persen,” sebut wakil rektor Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerjasama USU ini.

Menurut Mahyuddin, penelitian itu tidak hanya bermanfaat di lingkungan kampus. Tetapi, juga untuk masyarakat luas. Kondisi ini sudah terjadi di beberapa negara maju dan berkembang. Oleh karenanya, hal itu terus dilakukan agar proses hilirisasi dari penelitian berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

“Kendala yang dihadapi dalam penelitian di USU sejauh ini, karena dosen-dosen kita belum banyak yang paham tentang penelitian itu sendiri hingga output-nya. Selain itu, persoalan dana karena gaji dari dosen tidak cukup untuk melakukan sebuah penelitian. Makanya, mengatasi kendala itu diberikan insentif bagi dosen yang melakukannya,” tutur dia.

Ia melanjutkan, selain memberikan pemahaman tata cara dalam melakukan penelitian, USU juga membenahi sarana. Dengan kata lain, membuat jurnal sendiri yang bisa diakreditasi kementerian.

“Pelatihan ini merupakan yang ketiga kalinya dilakukan USU yang bekerja saman dengan Kemenristekdikti. Untuk tahun ini berjumlah sekitar 40 orang. Sedangkan yang sebelumnya 7 orang tahap pertama dan 12 orang periode kedua,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan dan Pusat Pendidikan Kemenristekdikti, Ir Prakoso mengatakan, dalam pelatihan ini ada beberapa tujuan yaitu memahami apa itu penelitian berbasis output. Kemudian, memahami kegiatan penelitian yang ada di kemenristekditkti.

“Setelah mendapat pemahaman tentang kegiatan penelitian, semoga dapat mempunyai kapasitas sebagai seorang riviewer dengan karakter yang jujur dan profesional. Dengan begitu, diharapkan juga melahirkan peneliti-peneliti yang handal,” imbuhya. (fir/pojoksumut)



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …