Curahan Hati Ramon Rodrigues Atas Insiden Choirul Huda

Ramon Rodrigues

Ramon Rodrigues

POJOKSUMUT.com, NAMA Ramon Rodrigues tak bisa lepas dari insiden meninggalnya kiper legenda Choirul Huda, Minggu (15/7/2017). Ya, Ramon secara tak sengaja berbenturan dengan Huda saat menghalau serangan Semen Padang di di Stadion Surajaya.

Lutut Ramon mengenai Huda hingga pingsan dan meninggal pukul 16.45 di RSUD dr. Soegiri, Lamongan.

Ramon sempat merasakan terpuruk mendalam. Apalagi ada beberapa pihak yang menyalahkan atas insiden maut tersebut.

Dia sempat curhat kepada Pelatih Persela, Aji Santoso, bahwa dia sangat sedih. Dan, pemain asal Brasi inipun akhirnya memberanikan diri mengungkapkan apa yang dirasakannya via akun Instagramnya di @rrmramon.

Dia menuliskan curhatannya dengan bahasa Brasil dan Indonesia dengan gambar pita hitam.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas doa, panggilan, pesan dukungan dan semua kasih sayang Anda,” tulisnya.

Mantan pemain Than Quang Ninh ini tak menyangka insidennya dengan Huda berakibat fatal.

“Kami tidak pernah membayangkan kematian seperti ini. Sayangnya hal itu terjadi. Saya tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan perasaan seperti itu,” imbuh pemain kelahiran Sobradinho, Brasil itu.

Ramon mengaku sadar ada beberapa orang yang menyalahkannya atas insiden yang menimpa Huda. “Saya benar-benar mengerti murka beberapa orang pada saat ini, dan saya meminta Tuhan untuk memberkati dan melindungi hati semua orang, terutama keluarga Huda, dan semoga Tuhan terbuka lebar,” harapnya.

Ramon menutup pesan terbukanya tersebut dengan mempertegas status legenda yang disandang Choirul Huda. “Legenda tidak pernah mati, kamu akan selalu hidup,” tulis Ramon.

Postingan ini pun langsung dipenuhi komentar. Hingga hari ini, sudah 5.138 komentar yang memenuhi unggahan Ramon. Beruntung, dari ribuan komentar, mayoritas memberikannya semangat, bahwa apa yang terjadi adalah takdir Ilahi. (saf/ce1/JPC/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …