Mahasiswa Diminta Berperan Atasi Lonjakan Penduduk



Tandatangani MoU: Dekan Fakultas Pertanian UMA  Syahbuddin Hasibuan (kiri) dan Kepala Perwakilan BKKBN Provsu Temazaro Zega menandatangani MoU terkait Pertanian, Koperasi dan Keluarga Berencana (Percasi Kencana), di Convention Hall Kampus I UMA, Jalan Kolam, Medan Estate, Rabu (18/10/2017). 

Foto : fir/pojoksumut

Tandatangani MoU: Dekan Fakultas Pertanian UMA Syahbuddin Hasibuan (kiri) dan Kepala Perwakilan BKKBN Provsu Temazaro Zega menandatangani MoU terkait Pertanian, Koperasi dan Keluarga Berencana (Percasi Kencana), di Convention Hall Kampus I UMA, Jalan Kolam, Medan Estate, Rabu (18/10/2017). Foto : fir/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Fakultas Pertanian Universitas Medan Area (FP UMA) menjalin kerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Provsu).

Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani Kepala Perwakilan BKKBN Provsu, Temazaro Zega dan Dekan Fakultas Pertanian UMA Syahbudin Hasibuan, di Aula Counvention Hall Kampus I UMA, Jalan Kolam, Medan Estate, Rabu (18/10/2017).

Dekan Fakultas Pertania UMA, Dr Syahbuddin Msi mengatakan, upaya menekan laju pertumbuhan penduduk adalah merupakan keharusan. Hal ini mengingat adanya kemungkinan terjadinya krisis pangan. Sehubungan dengan hal ini, peran kampus sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya lonjakan penduduk.

“Mahasiswa Fakultas Pertanian UMA harus mengambil peran dalam upaya pengendalian lonjakan penduduk,” kata Syahbuddin.

Dia mengatakan, lonjakan penduduk sangat berkaitan dengan berimbasnya ketahanan pangan. Di mana, lahan pertanian akan berkurang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, mahasiswa UMA bisa berperan mensosilisasikan program di masyarakat untuk ber-KB.

“Makanya progam keluarga sejahtera. Ikut KB solusinya, dua anak cukup,” tutur dia.

Menurutnya, penurunan pertumbuhan penduduk bila disertai dengan penurunan konsumsi per kapita, maka kebutuhan pangan dapat terpenuhi. Sehingga, upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan perlu dilakukan dengan mengendalikan pertumbuhan penduduk.

“Ketahanan pangan sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk. Saat ini laju pertumbuhan penduduk di Indonesia masih tinggi, jika tidak dikendalikan tentu akan berakibat terhadap ketahanan pangan dan lebih jauh dapat berakibat terjadinya disintegrasi bangsa. Dunia ini hanya 17% yang dapat dihuni, dan hanya 14% yang dapat dijadikan lahan bercocok tanam. Belum lagi adanya pengalihan fungsi lahan, tentu produksi pertanian tidak dapat memenuhi kebutuhan pangan manusia,” papar Syahbudin.

Ia menuturkan, sudah menjadi tanggung jawab moral bagi Fakultas Pertanian untuk mengatasi permasalahan kependudukan ini. Mahasiswa/i Fakultas Pertanian siap menjadi penyambung informasi program BKKBN. ketika melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Melalui kerja sama ini, harapan kita bersama agar laju pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan. Di sisi lain, produksi pertanian dapat ditingkatkan,” cetusnya.



loading...

Feeds

Mari Selamatkan Hutan Batangtoru

"Selama ini yang terjadi, apalagi di Sumatera Utara, upaya konservasi selalu kalah dengan industri. Selain advokasi, yang harus dilakukan adalah …