Mahasiswa Diduga Diculik dan Dianiaya Satpam Kampus, Begini Tanggapan Rektorat USU

Begini kondisi mahasiwa USU saat dibawa ke RS Colombia Asia, Jumat siang.  Dia tak sadarkan diri, diduga dianiaya satpam kampus.
foto : FB Pandi Kurniawan

Begini kondisi mahasiwa USU saat dibawa ke RS Colombia Asia, Jumat siang. Dia tak sadarkan diri, diduga dianiaya satpam kampus. foto : FB Pandi Kurniawan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Wakil Rektor V USU, Luhut Sihombing membantah isu yang berderar mahasiswa diculik satpam. Isu tersebut terkait memanasnya mahasiswa dengan satpam hingga berujung bentrok dan memakan korban luka.

Luhut mengaku, tidak benar ada penculikan yang dilakukan satpam terhadap Nuel. Melainkan, satpam berusaha menyelamatkan mahasiswa tersebut dan membawa ke RS Bhayangkara Medan untuk diberikan perawata.

“Tidak ada penculikan, yang hanya dibawa ke rumah sakit untuk diberikan pertolongan. Jadi, tidak benar isu-isu yang berkembang,” aku Luhut yang dihubungi Jumat (20/10/2017).

Disebutkan dia, pihaknya masih mendalami lagi kronologis sebenarnya seperti apa. Tak hanya itu, membuat kondusif antara mahasiswa dengan satpam.

“Tidak dibenarkan kekerasan di dalam kampus, baik itu dilakukan satpam maupun mahasiswa. Ke depan, diharapkan peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Baca Juga : Kampus USU Memanas! Mahasiswa FIB Kritis, Diduga Diculik dan Dianiaya Puluhan Satpam
Baca Juga : Begini Kronologis Mahasiswa USU Diduga Diculik dan Dianiaya Satpam

Kepala Kantor Humas USU Bisru Hafi mengatakan, insiden tersebut terjadi karena mulanya mahasiswa melakukan pemukulan terhadap satpam (Slamet) dan seorang staf Fakultas Ilmu Budaya (Reza), yang tengah berpatroli.

“Jadi, petugas satpam sedang berpatroli rutin pada Rabu malam (18/10/2017) sekitar pukul 23.00 WIB di lingkungan kampus USU, termasuk Fakultas Ilmu Budaya. Namun pada saat pemantauan keamanan di fakultas tersebut, disambut dengan respon yang kurang baik oleh para mahasiswa yang masih berada di fakultas. Akibatnya, satu orang petugas satpam dan seorang staf fakultas menjadi korban pemukulan berakibat pendarahan,” sebut Bisru.



loading...

Feeds