Sumut Provinsi Paling Lengkap di Indonesia dalam Pembentukan dan Penguatan PUSPA

foto : IST for Pojoksumut

foto : IST for Pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Kepala Bidang Partisipasi Organisasi pada Bidang Partisipasi Masyarakat Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Ambarwati, berharap Sumatera Utara ke depan mampu menjadi pilot projet pelaksanaan Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA).

Menurut Ambar, dari 34 propinsi yang menggelar kegiatan pembentukan dan Penguatan PUSPA, Sumut dinilai mampu melibatkan para partisipan mulai dari pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan dunia usaha yang hadir dalam kegiatan di Medan.

“Saya sangat bangga dan bahagia melihat respon positif yang kita peroleh di Sumatera Utara. Ini benar-benar merupakan paket lengkap, yang dihadiri oleh seluruh elemen yang diharapkan akan memberi kontribusi bagi peningkatan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” ujarnya dalam acara penutupan Perumusan Rencana Aksi PUSPA Sumut periode 2017-2020, di Hotel Grand Mercure, Sabtu (21/10/2017) di Medan.

“Ini merupakan provinsi yang paling lengkap, yang menghadiri pihak pihak yang kita anggap punya kemampuan untuk meningkatan pemberdayaan perempuan dan juga perlindungan anak, ada media dan juga dunia usaha, bahkan wakil gubernur pun ikut menghadiri kegiatan ini,” lanjutnya.

Ambar mengakui, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam melakukan upaya peningkatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, melainkan harus ada dukungan dan sinergi dari berbagai pihak. “Dengan prinsip saling bersinergi, keterbukaan, transparansi, semua merasa penting, dan ikhlas saya yakin kita akan mampu melaksanakan program yang mulia ini,” jelas Ambar.

Senada dengan hal di atas, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sumatera Utara, Hj Nurlela mengungkapkan, pemerintah harus memberikan perhatian lebih dalam penanganan masalah perempuan dan anak. Karena pembangunan tidak hanya bicara soal infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan, tapi cakupannya lebih jauh dan lebih dalam.

Sementara itu, Ketua Harian Forum Komunikasi PUSPA, Misran mengungkapkan, pembentukan dan penguatan PUSPA bertujuan menciptakan struktur Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk kesejahteraan Perempuan dan Anak (FK-PUSPA) dan membentuk rencana kerja strategis FK PUSPA Sumatera Utara, serta membangun sinergisitas program tiga pilar pembangunan dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Sumut, yaitu lembaga masyarakat, dunia usaha dan pemerintah.

Dengan adanya FK PUSPA, kata Misran akan bermuara pada perwujudan 3ends, yakni akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang khususnya perempuan dan anak, dan akhiri kesenjangan akses ekonomi bagi perempuan. (*/nin/pojoksumut)



loading...

Feeds