Alamak! Catut Pernikahan Kahiyang-Bobby Nasution, Paspampres Gadungan Tipu Belasan Pengusaha Rumah Makan

Kahiyang dan Bobby Nasution.
foto : Instagram Kahiyang

Kahiyang dan Bobby Nasution. foto : Instagram Kahiyang

POJOKSUMUT.com, SOLO-Edi Prasojo, pria berbadan kekar ini memang benar-benar nekat. Dia berhasil mengelabui belasan pengusaha rumah makan dengan iming-iming diikutkan dalam momen pernikahan putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution yang bakal digelar 8 November 2017 di Solo.

Pria berusia 39 tahun ini pun mengaku menjadi seorang anggota Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) berpangkat Letkol.

Dalam aksinya, dia lantas mengumpulkan pengusaha rumah makan lalu mengajak bertemu di salah satu hotel berbintang di Kota Solo. Dalam pertemuan tersebut, pelaku hendak memesan katering untuk anggota Paspampres.

Untuk lebih menyakinkan korbannya, Edi memakai topi bertuliskan Paspampres. “Saya pergi ke pasar Klewer buat topi yang ada tulisannya Paspampres. Biar meyakinkan ketika saya bertemu dengan mereka (pengusaha),” tutur warga Dukuh Mrican, Desa Purwodadi, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati tersebut, seperti dilansir Radar Solo (Jawa Pos Group), Senin (23/10/2017).

“Saya bilang mau pesan makanan buat anggota Paspampres yang jaga buat pernikahan. Satu porsi saya hargai Rp20 ribu dan disediakan selama delapan hari,” lanjutnya.

Setelah terjadi perjanjian jumlah pesanan dan harga, pelaku lantas meminta semua handphone yang dibawa oleh para korban dengan alasan untuk dipasangi alat GPS agar mudah dipantau.

“Saya bilang saja ini kan acara penting, jadi sudah jadi prosedur kalau HP-nya dipasangi alat. Setelah selesai acara baru dicopot, terus saya pamit keluar ruangan,” tutur pelaku.

Edi Prasojo Paspampres gadungan. (ANTONIUS CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Kecurigaan timbul setelah para korban menunggu lama, namun pelaku tidak kunjung kembali. Korban lantas melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

Polisi berhasil menangkap pelaku dari hasil rekaman CCTV yang berada di hotel. “Rekaman tersebut lantas kita sebar di grup Resmob. Dari situ kita berkoordinasi dengan wilayah hukum Jakarta sehingga kita berhasil mengamankan pelaku,” ungkap Kapolresta Surakarta, AKBP Ribut Hari Wibowo, saat rilis kasus di Mapolresta Surakarta, Senin (23/10).

Pelaku sendiri memang sudah lama menjadi incaran petugas kepolisian, pasalnya memang kerap melakukan aksi penipuan di kawasan Kota Bengawan selama kurun waktu satu tahun terakhir.

“Jadi tergantung ada acara besar apa, kalau ada acara partai dia mengaku sebagai anggota partai. Aksi ini dilakukan tidak hanya di Solo tapi juga di wilayah hukum di provinsi lain,” terang Kapolresta.

Polisi berhasil mengamankan sejumlah handphone milik para korban, uang tunai Rp 3,6 juta hasil penjualan HP, pekaian dan asesoris yang selalu digunakan pelaku dalam aksinya. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 378 dan 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (rs/atn/bay/JPR/JPG/nin)



loading...

Feeds