SEAPA : Indonesia Harapan Terakhir untuk Kebebasan Pers di Asia Tenggara

Pengurus FJPI berfoto bersama dua perwakilan SEAPA di sela-sela Workshop 'Building The Alerts and Advocacy Network for Free and Safe Media in Medan, Senin (30/10/2017).

Pengurus FJPI berfoto bersama dua perwakilan SEAPA di sela-sela Workshop 'Building The Alerts and Advocacy Network for Free and Safe Media in Medan, Senin (30/10/2017).

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Indonesia diharapkan menjadi negara di Asia Tenggara yang bisa menjalankan kebebasan pers secara maksimal.

Kalimat ini diungkapkan Alert Officer of SEAPA, Kathryn Roja G Raymundo dari Aliansi Pers Asia Tenggara yang dikenal dengan Southeast Asian Press Alliance (SEAPA) dalam Workshop ‘Building The Alerts and Advocacy Network for Free and Safe Media in Medan, Senin (30/10/2017).

SEAPA menggandeng anggota Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) untuk menjadi peserta di kegiatan ini. Dimana, FJPI telah menjadi mitra SEAPA sejak 2016.

“Jadi ada semacam lelucon di kami bahwa Indonesia harapan terakhir SEAPA untuk kebebasan pers,” ujarnya.

Menurut Kathryn, data yang dikumpulkan dari organisasi yang bekerjasama SEAPA, yakni dari negara Myanmar, Thailand, Filipina, Timor Leste, Laos, tidak satupun negara tresebut yang memberikan kebebasan pers sebesar yang ada di Indonesia.

Dia juga menjelaskan bahwa FJPI menjadi organisasi mitra pertama yang ajak berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“FJPI adalah satu-satunya organisasi pers yang khusus perempuan. Di mana kita tahu, perempuan sangat rentan dengan berbagai kekerasan di lapangan saat bertugas. Akan lebih mudah, jika kami SEAPA menggandeng mitra yang anggotanya semua perempuan,” jelasnya.

Advocacy Officer of SEAPA, Anisa Widyasari menambahkan berdasarkan evaluasi SEAPA sejak berdiri, kebebasan pers yang ada di Indonesia sedikit lebih bagus dari negara lain di Asia Tenggara. Meskipun ada pembatasan-pembatasan, namun sejauh ini kami melihat banyak media yang masih bisa melakukan pemberitaan.

“Walaupun ada terjadi kekerasan-kekerasan kepada jurnalis, terutama di daerah dan jurnalis perempuan. Namun Indonesia dalam kondisi yang lebih baik,” ungkapnya.



loading...

Feeds