Yuk Segera Daftarkan Nomor Anda, Kemkominfo Siapkan Sanksi Blokir

ilustrasi 
pixabay

ilustrasi pixabay

POJOKSUMUT.com, REGISTRASI kartu prabayar menjadi kabar yang menghebohkan masyarakat belakangan ini.

Pemerintah sendiri terus mengimbau kepada para pengguna layanan selular agar melakukan registrasi seusai identitas resmi, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Dirjen PPI Kemkominfo Ahmad Ramli mengatakan bahwa sejumlah sanksi siap diberikan kepada pengguna layanan selular tidak melakukan registrasi. Sanksi paling berat yang akan diterima pengguna adalah pemblokiran nomor.

“Pada tahap awal bila pengguna tidak meregistrasikan kartu selulernya, konsekuensinya adalah tidak bisa melakukan panggilan keluar,” kata Ahmad Ramli di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Risiko selanjutnya bagi yang tidak melakukan registrasi menurut Dirjen PPI adalah pengguna tidak akan bisa menerima telepon. Setelah itu, paling berat adalah nomor pengguna akan diblokir.

“Masing-masing paling lama 30 hari. Tapi 15 hari bila sudah mendapatkan peringatan kedua berupa nomor tak bisa ditelepon itu akan diblokir setelahnya,” jelas Ramli.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen PPI Kominfo juga menekankan, Kemkominfo mendukung penuh opsi registrasi kartu prabayar ini. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk melakukannya hingga batas waktu Februari 2018.

“Untuk registrasi ulang dimulai 31 Oktober 2017, bukan berakhir seperti sejumlah berita yang beredar, Dan berakhirnya pada 28 Februari 2018. Kami berharap masyarakat tidak menunggu sampai tanggal 28 Oktober 2018,” pungkasnya.

(ded/ce1/JPC/nin)



loading...

Feeds